Search

Jawaban atas Fitnah kepada Jokowi

[HOAX] Benarkah Tudingan @panca66 Bahwa Rejim Jokowi Ugal-Ugalan Menaikkan Harga BBM?

siapa-ugal-ugalan

Pertanyaan: Saya membaca di medsos bahwa Jokowi rajin dan grasa-grusu menaikkan harga BBM, hingga 12 kali! Lalu dia membandingkan dengan era SBY, yang dalam 10 tahun hanya 4 kali menaikkan harga BBM. Benarkah?

Jawaban: HOAX dan pembohongan publik! Sama sekali tidak apple to apple. Yang digunakan sebagai dasar untuk menyatakan harga BBM 12 kali sepertinya harga Pertamax (non subsidi). Sementara untuk SBY, ukuran yang dipakai adalah kenaikan harga Premium (subsidi).

Screen Shot 2018-10-13 at 9.36.31 AM.png

Jika dibandingkan sesama harga Premium, maka Jokowi baru 3 (tiga) kali menaikkannya pada akhir tahun 2014. Sementara jika menimbang kenaikan harga Pertamax, maka hasil penelusuran tim kami, setidaknya ada 13 kali berita kenaikan harga Pertamax pada masa pemerintahan SBY (bisa lebih karena kemungkinan tidak seluruh kenaikan harga Pertamax pada masa SBY diberitakan).

Berikut catatan kenaikannya:

  1. September 2006: Pertamax naik jadi Rp 5.900 (kemudian harga minyak dunia turun)
  2. Maret 2007: Pertamax naik jadi Rp 4.900
  3. November 2007: Pertamax naik jadi Rp 6.950
  4. April 2008: Pertamax naik jadi Rp 8.350
  5. Juli 2008: Pertamax naik jadi Rp 10.550 (kemudian harga minyak dunia turun)
  6. September 2009: Pertamax naik jadi Rp 6.600
  7. Desember 2010: Pertamax naik jadi Rp 7.000
  8. Februari 2011: Pertamax naik jadi Rp 8.050
  9. April 2011: Pertamax naik jadi Rp 8.600
  10. April 2012: Pertamax naik jadi Rp 10.200 (kemudian harga minyak dunia turun)
  11. September 2013: Pertamax naik jadi Rp 10.200
  12. Desember 2013: Pertamax naik jadi Rp 10.600
  13. Juli 2014: Pertamax naik jadi Rp 11.300

Dan berikut infografis kenaikan Premium pada masa Jokowi

kenaikan

Advertisements

HOAX #JANJIJOKOWI: Benarkah Jokowi Ingkar Janji akan Terus Blusukan Jika Jadi Presiden?

blusukan-

Pertanyaan: Masih soal meme 66 Janji Jokowi yang katanya diingkari. Salah satu pointnya adalah janji akan terus blusukan seperti yang dilakukan saat masih memimpin di Solo dan Jakarta. Benarkah diingkari Jokowi?

Jawaban: Fitnah! Jokowi masih meneruskan tradisi blusukannya. Untuk mengetahui ke mana saja Jokowi blusukan selama periode pertama kepemimpinannya silakan akses ke situs ini:

http://presidenri.go.id/blusukan.1.html

Berikut adalah cuplikan dari situs tersebut:

Screen Shot 2018-10-13 at 8.35.01 AM.png

Pertanyaan: Tapi banyak sekali yang menilai itu bukan lagi blusukan seperti dulu, karena tidak lagi dilakukan diam-diam, pakai pengawalan, dan sulit bagi rakyat untuk bicara langsung seperti waktu masih jadi walikota dan gubernur!

Jawaban: Tentu saja berbeda antara protokoler seorang Presiden jika dibandingkan dengan kepala daerah. Menjadi kepala negara berarti penjagaan atas keselamatan Jokowi harus lebih ketat dan mengikuti prosedur. Meskipun menjadi orang nomor satu, Jokowi harus mematuhi aturan protokoler ini.

Selain itu, mengunjungi seluruh Indonesia satu per satu butuh effort yang sangat besar. Karena jaraknya sangat jauh dan terpisah menjadi  banyak sekali pulau. Tidak mungkin dilakukan dengan berjalan kaki. Indonesia memiliki pesawat kepresidenan untuk memfasilitasi ini, dan memang sudah hak seorang Presiden Republik Indonesia untuk menaiki pesawat RI-1 kapanpun dibutuhkan untuk menjalankan tugas.

Jokowi sudah meminta berbagai hal untuk melonggarkan pengamanan oleh Paspampres terhadap dirinya, dalam arti membebaskannya untuk tetap berinteraksi dengan masyarakat tanpa harus mengurangi faktor keamanan.

Sumber info: https://news.detik.com/berita/2655796/gaya-jokowi-jadi-presiden-dan-cara-pengamanannya

HOAX #JANJIJOKOWI: Benarkah Jokowi Ingkar Janji Perkara Penciptaan 10 Juta Lapangan Kerja Baru?

lapangan-kerja

Pertanyaan: Dari berbagai isu 66 Janji Jokowi yang beredar, salah satunya adalah Jokowi ingkar janji menyediakan 10 juta lapangan kerja baru bagi rakyat. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Justru setiap tahun Jokowi berhasil menciptakan lebih dari 2 juta lapangan kerja baru. Jadi jika digabungkan dengan prediksi lapangan kerja baru tahun 2018, sudah jelas target itu telah terlampaui jauh, sekitar 13 juta lapangan kerja baru.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menegaskan hal tersebut dalam pernyataannya kepada wartawan Kompas:

“Alhamdulillah, tiga tahun di bawah Pak Jokowi, ini kan lapangan kerja yang tercipta itu sudah melampaui target dari janji kampanye Jokowi-JK (Jusuf Kalla) pada saat pilpres yang lalu,… Nah pertumbuhan lapangan kerja atau penyediaan lapangan kerja di Indonesia setiap tahunnya itu selalu lebih dari 2 juta. Jadi sudah melampaui target 2 juta per tahun dari yang dijanjikan Pak Jokowi-JK,”

Hanif Dhakiri, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia

Ia lalu menjelaskan bahwa Total, dalam 3,5 tahun pemerintahan Jokowi-JK (jika dihitung dari Oktober 2014) sudah menciptakan 8.460.000 tenaga kerja.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2018/04/24/18260241/menaker-klaim-janji-jokowi-ciptakan-10-juta-lapangan-kerja-sudah-lunas

HOAX #JANJIJOKOWI: Benarkah Jokowi Ingkar Janji Perihal Penerbitan Perpres KPK?

perpres-KPK.jpg

Pertanyaan: Saya melihat viral 66 Janji Jokowi yang terus diedarkan haters. Salah satu yang dianggap ingkar janji adalah soal Penerbitan Perpres KPK. Benarkah Jokowi bohong dalam hal ini?

Jawaban: Tidak benar. Jokowi sudah menerbitkan Perpres yang dimaksud, yaitu 54/2018 pada bulan Juli 2018, dengan tema pencegahan korupsi. Perpres ini dimaksudkan memperkuat kewenangan KPK dan berbagai kewajiban yang harus dipenuhi pejabat publik dalam hal pencegahan tindak korupsi.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2018/07/25/moeldoko-perpres-542018-perkuat-komitmen-pemerintahan-jokowi-dalam-upaya-pencegahan-korupsi

Setelahnya, Jokowi masih menerbitkan lagi PP 43/2018 yang mengatur Pelaporan Korupsi, yang menjanjikan hadiah Rp 200 juta untuk yang berani melaporkan tindakan korupsi dan kemudian terbukti. Dengan demikian masyarakat biasa sekalipun terdorong untuk ikut serta dalam perang melawan korupsi.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2018/10/09/17375831/ditandatangani-jokowi-kini-pelapor-kasus-korupsi-bisa-dapat-rp-200-juta

 

HOAX #JANJIJOKOWI: Benarkah Jokowi Melanggar Janji Dollar jadi Rp 10.000?

 

hoaxPertanyaan: Saya melihat bahwa serial 66 Janji Jokowi yang salah satunya membongkar ingkar janjinya Jokowi akan menjadikan dollar Rp 10.000. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Jokowi tidak pernah menjanjikan, apalagi memasukkan dalam kampanyenya bahwa dollar akan berharga Rp 10.000. Tidak mungkin hal seperti itu dijanjikan karena ada banyak sekali faktor yang menentukan kurs valuta asing. Itu adalah pelintiran media massa yang membuat hasil analisa seorang ekonom seolah menjadi janji Jokowi, yang kemudian diulang-ulang oleh haters.

Pertanyaan: Dari mana awal sumber pemberitaan tersebut?

Jawaban: Berita tersebut kami cek pertama kali dilansir oleh Tempo. Tempo memberitakan dengan headline yang ambigu “Jokowi Jadi Presiden, Rupiah Bisa Tembus 10 Ribu,” tanpa menyebutkan siapa yang menyebutkan analisa seperti itu. Jika diklik dari link ini:

https://bisnis.tempo.co/read/556888/jokowi-jadi-presiden-rupiah-bisa-tembus-10-ribu

Bisa dengan mudah dibaca di dalam isi beritanya bahwa analisa tersebut disampaikan oleh Kepala Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih. Berita tersebut memuat analisa Lana Soelistianingsih:

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bisa memenangi pemilu presiden pada Juli mendatang, maka nilai tukar (kurs) rupiah akan menguat signifikan. Dia memperkirakan penguatan akan sangat tajam bahkan bisa mencapai level Rp 10 ribu per dolar Amerika Serikat.

Pertanyaan: Bagaimana bisa Lana Soelistianingsih membuat analisa seperti itu?

Jawaban: Lana membuat analisa berdasarkan kondisi jauh sebelum pelaksanaan Pemilu 2014 (sekitar bulan Juli), di mana kurs bertengger di angka Rp 11.792 per Dollar Amerika Serikat.

Lana menyatakan bahwa jika Pemilu 2014 berjalan aman, maka kurs rupiah bisa menguat ke angka Rp 10.800, dengan asumsi PDIP menang telak di pemilu legislatif dengan lebih dari 20 persen suara, sehingga mampu mengajukan calon presiden sendiri. Lalu Jokowi memenangkan Pilpres dengan mudah, sehingga tercipta kestabilan politik luar biasa, karena presiden didukung oleh suara yang kuat dari satu partai di parlemen.

Nyatanya, kondisi yang disyaratkan oleh Lana sama sekali tidak kejadian. PDIP tidak memenangkan suara 18,95 persen. Jokowi mau tak mau harus didukung oleh koalisi beberapa partai, dan menghadapi Pilpres dengan kemenangan hanya tipis saja. Saat memulai pemerintahan, kubu oposisi menyatukan suara dalam Koalisi Merah Putih. Sesuatu yang tidak lazim dilakukan oleh oposisi dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Akibatnya secara politik, pemerintahan periode pertama Jokowi, terutama di awal masa kepemimpinan, tidak terlalu stabil. Ini berdampak kepada ekonomi, berkebalikan dengan prediksi Lana. Sementara itu dalam lingkup internasional, terjadi perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang turut menguatkan dollar. Jadi sangat wajar jika analisa Lana bahwa dollar akan menjadi Rp 10.000 jika Jokowi presiden tidak terbukti.

Sekali lagi, itu adalah hasil analisa seorang Lana Soelistianingsih, bukan janji kampanye Jokowi.

Benarkah Tudingan @fadlizon, @andiarief__, dan @lawanPolitikJW bahwa Rp 1T untuk Pertemuan IMF-WB Pemborosan?

pertemuan.jpg

Pertanyaan: Saya membaca opini dari mantan Staf Khusus SBY, Andi Arief dan Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean bahwa Jokowi melakukan pemborosan dengan tetap mengadakan pertemuan IMF yang memiliki anggaran Rp 1 Triliun adalah sebuah pemborosan. Sementara di lain waktu Indonesia kekurangan uang untuk membantu korban Bencana Palu dan Lombok. Benarkah?

Jawaban: Fitnah keji! Pertama, pemerintah tidak sedang kekurangan dana untuk membantu korban bencana Palu dan Lombok. Anggaran untuk pertemuan IMF-WBG sudah disetujui oleh DPR di awal tahun, dianggap tidak berlebihan, dan wajar-wajar saja untuk sebuah pertemuan ekonomi skala internasional.

Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator yang juga bertanggung jawab atas perhelatan IMF-WBG menyatakan bahwa penganggaran pertemuan ini sama sekali tidak mengganggu anggaran untuk bencana Lombok dan Palu, karena dana bencana sama sekali terpisah dengan anggaran untuk event internasional seperti IMF-BG, Asian Games, dan Asian Para Games. Jadi bukan karena anggaran pertemuan IMF terlihat mahal lalu bisa diprotes karena berakibat kepada terlupakannya korban bencana Lombok dan Palu.

Sumber: http://bali.tribunnews.com/2018/10/07/luhut-tegaskan-imf-wbg-2018-tidak-mengabaikan-penanganan-bencana-di-palu-dan-lombok

Pertanyaan: Tapi kan ide ini ditentang keras karena merupakan pemborosan oleh kubu oposisi?

Jawaban: Yang mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan IMF justru bos dari Andi Arief dan Ferdinan Hutahaean, yaitu Presiden ke 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menjelang akhir kekuasaannya. Karena IMF menilai patut, maka permintaan Indonesia dikabulkan menjadi tuan rumah. Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh Menteri Keuangan era SBY, Chatib Basri:

“Ya benar, bersama Bank Indonesia, pemerintah mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan tahunan September 2014. Prosesnya tidak mudah, bersaing dengan negara-negara lain. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Oktober 2015, kalau saya tidak salah,”

Sumber: https://twitter.com/ChatibBasri/status/1048746327452962816

Jadi aneh kalau sekarang justru kader-kader Partai Demokrat yang paling berisik menentang pertemuan IMF-WBG

Pertanyaan: Saya masih tidak percaya karena menurut saya penganggaran Rp 1 Triliun itu pemborosan!

Jawaban: Lebih tepatnya, anggarannya adalah Rp 850 Miliar. Tidak seluruh dana itu dihamburkan. Sebagian digunakan untuk hotel yang kemudian akan dibayar kembali oleh peserta pertemuan IMF-WBG, yang akan masuk kembali ke kas negara sebagai pendapatan non pajak. Jadi yang terpakai sebenarnya hanyalah sekitar Rp 500 Miliar.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4016915/rp-855-miliar-anggaran-pertemuan-imf-world-bank-di-bali/3

Pertanyaan: Tapi tetap saja Rp 500 Miliar itu dinikmati aseng dan asing!

Jawaban: Sebaliknya, dana sebesar itu sebenarnya dinikmati sendiri oleh pemerintah daerah dan rakyat dalam bentuk perbaikan kualitas infrastruktur dan objek wisata. Contohnya:

  1. Infrastruktur Jalan menuju lokasi wisata di Bali
  2. Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai
  3. Pelebaran jalan Jimbaran-Uluwatu
  4. Pelebaran jalan Klungkung-Penelokan-Ulundanu
  5. Rehabilitasi batas kota Singaraja-Mengwitani
  6. Perluasan Apron dan Pembangunan gedung VVIP dan gedung parkir Bandara I Gusti Ngurah Rai
  7. Pengadaan X-ray smartlane, mesin autogatekeimigrasian, orientation zone, dan airport operation control center (AOCC) di bandara I Gusti Ngurah Rai

Sumber: https://economy.okezone.com/read/2018/10/03/320/1959280/sambut-pertemuan-imf-world-bank-bandara-bali-pasang-x-ray-smartlane-hingga-autogate-imigrasi
Selain perbaikan fasilitas, pemerintah daerah juga menikmati lonjakan hunian hotel selama pertemuan IMF-WBG berlangsung. Setidaknya menurut catatan Maret 2018, 15.000 kamar hotel sudah penuh dibooking.

Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/03/02/27516/15_000_kamar_hotel_di_bali_sudah_penuh_untuk_gelaran_imf_world_bank/

“Di hotel saya bulan lalu buy out, bukan seminggu-dua minggu, malah dari tahun lalu…November biasanya low season dan kalau sekarang sudah dipesan untuk IMF-World Bank di Oktober maka impact ini luar biasa,” kata Ricky Putra, Chairman Bali Hotel Association.

Sumber: http://www.beritasatu.com/ekonomi/486347-jelang-ktt-imfwb-ribuan-kamar-hotel-di-bali-terpesan-penerbangan-penuh.html

Selain hotel, UMKM juga terdongkrak omzetnya hingga 400 persen selama pertemuan IMF-WBG.

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3656472/pertemuan-imf-world-bank-dongkrak-omzet-umkm-hingga-400-persen

Bagi para supir di Bali, pertemuan ini juga merupakan durian runtuh. Dalam sehari mereka mendapat bayaran bersih lebih dari Rp 500.000 sehari.

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/11/100000526/-durian-runtuh-pertemuan-tahunan-imf-bank-dunia-bagi-sopir-di-bali

Bahkan Blue Bird, perusahaan taksi ternama, sampai berani menyiapkan 600 armada taksi untuk melayani kebutuhan delegasi pertemuan IMF.

Sumber: http://otomotif.harianjogja.com/read/2018/10/04/507/943801/sambut-delegasi-imf-wb-2018-blue-bird-siagakan-600-taksi

Ketua Pelaksana Harian Panitia Nasional Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Susiwijono memperkirakan dalam gelaran tersebut bisa menghasilkan perputaran uang hingga ratusan juta dolar. Hal itu melihat dari jumlah peserta hadir yang diperkirakan lebih dari 20 ribu orang.

“Jumlah diperkirakan meningkat lebih dari 20 ribu, perkiraan awal 15 ribu berdasarkan annual meeting di Peru. Kami hitung lagi dari hitungan 15 ribu pasti mereka juga bawa pasangan dan keluarga jadi bisa 20 ribu plus-plus,” kata Susiwijono

Sumber:  https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4016915/rp-855-miliar-anggaran-pertemuan-imf-world-bank-di-bali/5

Pertanyaan: Lalu berapa banyak sebenarnya keuntungan yang bisa diraup Indonesia dari pertemuan IMF-World Bank Group di Nusa Dua Bali?

Jawaban: Yang diraup Bali sebagai penyelenggara sekitar 5,6 Triliun. Sekitar Rp 3 triliun untuk investasi infrastruktur mulai dari 2017 hingga 2018, dan Rp 1 Triliun dari pengeluaran pengunjung selama 2018

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/17/162044426/bali-dapat-rp-59-triliun-dari-pertemuan-tahunan-imf-bank-dunia

Pertanyaan: Bagaimana perbandingan dengan penyelenggaraan meeting IMF sebelumnya? Benarkah Indonesia paling mahal?

Jawaban: Hoax! Justru Indonesia adalah yang paling hemat dan efisien selama 5 tahun ini, jika dihitung dalam bentuk rupiah biaya penyelenggaraannya.

  • 2009. Rp. 1.252 Triliun di Turki (Hanya biaya Konstruksi)
  • 2012. Rp. 1,1 Triliun di Jepang
  • 2015 Rp 2,29 Triliun Peru (Hanya biaya Konstruksi)
  • 2016. Rp. 994,4 miliaar di Singapura
  • 2018 Rp 810,17 miliar di Indonesia.

Sumber: https://katadata.co.id/berita/2017/10/04/menkeu-anggaran-annual-meeting-imf-di-bawah-4-tuan-rumah-sebelumnya

Pertanyaan: Benarkah Indonesia menggunakan momen ini untuk meminta hutang tambahan dari IMF?

Jawaban: Salah besar! Menurut Chatib Basri, tidak perlu repot-repot mengadakan pertemuan IMF-WBG kalau hanya ingin menambah hutang. IMF memberikan utang berdasarkan kebutuhan darurat yang dibutuhkan negara tersebut, bukan karena prestasinya menyelenggarakan pertemuan IMF.

Pertanyaan: Lalu apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

Jawaban: Justru salah satu yang penting adalah bantuan dari IMF dan negara-negara peserta lainnya untuk membantu korban bencana Palu dan Lombok. Selain itu juga dibahas potensi ekonomi dan wisata yang dimiliki Indonesia. Indonesia juga memperkenalkan ide-idenya dalam perbaikan ekonomi dunia. Contohnya asuransi terumbu karang.

Juga penawaran proyek-proyek infrastruktur untuk berinvestasi bagi seisi dunia.  IMF dan WBG sendiri sudah menyalurkan Rp 2 Miliar untuk bantuan korban gempad di Lombok dan Palu

Sumber:

http://www.tribunnews.com/regional/2018/10/08/imf-dan-bank-dunia-salurkan-bantuan-rp-2-miliar-untuk-korban-gempa-di-lombok-dan-palu

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3661821/delegasi-imf-world-bank-bakal-donasi-untuk-lombok-dan-palu

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4246131/sri-mulyani-bawa-ide-asuransi-terumbu-karang-ke-pertemuan-imf-wb

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181007193727-532-336469/chatib-basri-beberkan-manfaat-indonesia-tuan-rumah-acara-imf

https://www.voaindonesia.com/a/indonesia-siap-tawarkan-proyek-infrastruktur-miliaran-dolar-pertemuan-imf-world-bank-2018/4546134.html

Benarkah Tudingan @Gerindra Bahwa @Jokowi Menyebar Hoax dengan Mengangkat Archandra Tahar jadi Menteri?

 

archandra

Pertanyaan: Sehubungan dengan keributan mengenai hoax Ratna Sarumpaet, saya lihat kubu lawan mencoba menyerang balik dengan isu Jokowi menyebar hoax dengan mengangkat Archandra Tahar jadi Menteri ESDM. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Problem kewarganegaraan Archandra Tahar terjadi karena Indonesia belum mengenal dua kewarganegaraan atau dual citizenship. Hingga saat ini, untuk bisa mendapatkan penghargaan dan pembinaan yang memadai, memuluskan riwayat akademik, mendapatkan kesempatan riset, hingga mendapatkan bantuan investasi untuk mewujudkan hasil penelitian, warga negara kita masih kesulitan karena Indonesia tidak mengenal dua kewarganegaraan ini. Sementara negara-negara berkembang lain, sudah jauh lebih dulu merasakan manfaatnya.

Karena itu untuk bakat jenius seperti Archandra Tahar, seringkali harus mengorbankan kewarganegaraan Indonesia untuk bisa mendapat bantuan mengembangkan risetnya.

Namun orang-orang seperti ini tidak memiliki maksud mengkhianati negara asalnya. Mereka tetap orang Indonesia di dalam hatinya, tetap berbahasa Indonesia, dan suatu saat setelah matang dan memiliki modal cukup untuk mewujudkan ide-idenya di Indonesia, akan kembali menjadi orang Indonesia.

Archandra Tahar adalah salah satu contoh warga negara Indonesia yang mau tak mau melepas sementara kewarganegaraan Indonesianya, mengembangkan potensi di luar negeri, dan saat sudah matang, dipanggil kembali oleh Jokowi untuk menjadi menteri ESDM di Indonesia.

Sekali lagi, sayangnya, karena Indonesia tidak mengenal dwikewarganegaraan, maka pengurusan kembali administrasi Archandra Tahar menjadi WNI tertunda cukup lama, menghalanginya secara administrasi untuk berfungsi sebagai menteri. Karena itu Presiden Jokowi menggantikan beliau dengan menteri ESDM sementara, Luhut Binsar Pandjaitan, lalu kemudian digantikan oleh Ignasius Jonan, sementara Archandra Tahar mendampinginya sebagai Wakil Menteri.

Ini adalah keputusan sah, dan bukan hoax. Masalah Archandra Tahar adalah problem keimigrasian, bukan kebohongan. Archandra Tahar memang aslinya adalah warga negara Indonesia, yang mau tak mau berubah kewarganegaraan sementara untuk mengembangkan kapasitasnya, namun kemudian terkendala masalah administrasi saat akan dikembalikan ke Indonesia dan diangkat jadi menteri.

Kasus Archandra Tahar sama sekali tidak bisa disamakan dengan tindakan kubu oposisi menyebarluaskan kebohongan yang disengaja mengenai pengeroyokan Ratna Sarumpaet. Tidak ada hubungannya dengan pelanggaran HAM, tidak berpotensi memicu keributan, dan tidak menyebabkan negara kita dikecam dunia internasional jika terlambat ditangani. Jauh beda kelas.

Info lebih lanjut baca di: http://wartakota.tribunnews.com/2016/08/16/pemberhentian-archandra-tahar-sebagai-menteri-esdm-dinilai-tepat

Pertanyaan: Lalu bagaimana status Archandra Tahar sekarang? Masihkah WNA? Kalau masih WNA, kok dibolehkan menjabat wakil menteri?

Jawaban: Ini hal yang sebenarnya wajar saja terjadi di kalangan diaspora, alias orang-orang Indonesia yang karena bakat dan nasibnya menjadi tersebar di luar negeri. Pada waktunya mereka akan pulang dan ingin kembali menjadi Warga Negara Indonesia. Pengurusan kembali status warga negara Indonesia atau pencabutan warga negara selain Indonesia butuh proses yang panjang.

Faktanya saat ini Archandra Tahar sudah kembali menjadi Warga Negara Indonesia yang SAH. Ia mengajukan penghilangan status warga negara Amerika Serikat dan disetujui oleh Amerika Serikat. Namun sayangnya proses ini sedikit lambat, sehingga ia terlanjur sudah dicopot sebagai Menteri ESDM. Karena sudah tidak lagi berstatus warga negara Amerika Serikat, maka status WNInya tidak perlu ikut dicabut. Sebab jika dicabut, justru itu adalah penzaliman karena menjadikan seseorang stateless (tidak diakui oleh negara manapun).

Barulah setelah status Warga Negara Amerika Serikatnya dicabut, Archandra Tahar diangkat kembali menjadi pejabat, yaitu sebagai Wakil Menteri ESDM.

Info lebih lengkap, baca: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160907144154-12-156726/kronologi-kembalinya-kewarganegaraan-indonesia-arcandra-taharhttps://www.cnnindonesia.com/nasional/20160907144154-12-156726/kronologi-kembalinya-kewarganegaraan-indonesia-arcandra-tahar

Pertanyaan: Bagaimana tindakan Indonesia mencegah kembali kejadian serupa terulang? Kan sayang kalau bakat kita banyak tersia-siakan karena masalah administrasi dan keimigrasian seperti ini!

Jawaban: Saat ini DPR bersama pemerintah tengah menggodok Undang-Undang Dwi kewarganegaraan untuk mempermudah WNI untuk mendapatkan status warga negara selain Indonesia tanpa harus kehilangan status aslinya sebagai warga negara Indonesia.

Info lebih lengkap, baca https://www.voaindonesia.com/a/polemik-dwi-kewarganegaraan-dan-janji-jokowi/3555756.html

Pertanyaan: Apakah UU Dwikewarganegaraan ini akan mempermudah masuknya Bangsa Aseng Asing ke Indonesia?

Jawaban: Tidak ada hubungannya. Sama sekali tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan warga asing untuk menjadi warga Indonesia melalui UU Dwikewarganegaraan.

Info lebih lengkap, baca: https://nasional.tempo.co/read/1071316/pemerintah-kaji-dwi-kewarganegaraan-untuk-wni/full&view=ok

Benarkah Tudingan bahwa @RatnaSPaet Agen yang Disusupkan Kubu @jokowi ke Kubu @prabowo?

gerindra

Pertanyaan: Saya membaca teori konspirasi bahwa Ratna Sarumpaet sebenarnya adalah penyusup ke dalam tim Prabowo. Katanya sudah lama ia mendukung Jokowi. Benarkah?

Jawaban: Fitnah keji, tidak berdasar, dan hoax yang nyata! Ratna Sarumpaet mendukung pasangan Jokowi Ahok pada Pilkada 2012, namun setelahnya menjadi lawan politik dan kritikus yang keras, terutama dalam Pilpres 2014. Ia memang sudah sering melontarkan fitnah dan hoax secara konsisten kepada Jokowi. Lalu kenapa malah dituding bagian dari kubu Jokowi?

Pertanyaan: Tapi ada bukti foto yang memperlihatkan Ratna Sarumpaet pakai baju kotak-kotak dan dukung Jokowi!

Screen Shot 2018-10-05 at 6.46.23 AM.png

Jawaban: Jika dia mendukung Jokowi – Ahok pada Pilkada 2012, tentu saja dia akan memakai baju kotak-kotak. Namun bisa diperhatikan simbol angka 3 yang dia buat dnegan tangan. Nomor 3 adalah nomor urut Jokowi – Ahok pada Pilkada 2013, yang waktu itu memang salah satunya didukung oleh Partai milik Prabowo Subianto, Gerindra. Pada tahun 2014 dan seterusnya Ratna Sarumpaet secara konsisten menentang pemerintahan Jokowi.

Dan pada tahun 2019, Ratna menjadi bagian dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno. Jadi bisa disimpulkan memang kesetiaan utama Ratna Sarumpaet adalah terhadap Prabowo, tidak bisa dikonspirasikan seolah disisipkan Jokowi. Jika kemudian ia mengarang cerita dan menjadi blunder karena hoax dan bohong, itu adalah kesalahannya sendiri sebagai bagian dari Tim Pemenangan Prabowo.

Pertanyaan: Apa bukti kalau Ratna Sarumpaet memang konsisten menyerang dan menebar hoax terhadap pemerintahan Jokowi?

Jawaban: Silakan buka berita-berita yang memuat kebohongan Ratna Sarumpaet berikut ini:

Ratna Sarumpaet Minta Maaf Sebarkan Berita Hoax PT DI Dijual ke China

http://jogja.tribunnews.com/2018/05/06/ratna-sarumpaet-minta-maaf-sebarkan-berita-hoax-pt-di-dijual-ke-china.

BI Tegaskan Postingan Ratna Sarumpaet Adalah Hoax soal Uang Kertas Nominal Rp 200 Ribu

http://medan.tribunnews.com/2018/09/05/bi-tegaskan-postingan-ratna-sarumpaet-adalah-hoax-soal-uang-kertas-nominal-rp-200-ribu

Ramai-Ramai Bantah Tuduhan Ratna Sarumpaet soal Jokowi Blokir Bantuan untuk Papua

https://mojok.co/red/rame/moknyus/ramai-ramai-bantah-tuduhan-ratna-sarumpaet-soal-jokowi-blokir-bantuan-untuk-papua/

Ratna Sarumpaet Tuding Ma’ruf Amin Lakukan Penistaan, ‘Semoga Allah Segera Memulihkan Jiwanya’

http://sumsel.tribunnews.com/2018/09/13/ratna-sarumpaet-tuding-maruf-amin-lakukan-penistaan-semoga-allah-segera-memulihkan-jiwanya.

Ratna Sarumpaet Minta Maaf, Polri Tetap Lanjutkan Penyelidikan Kasus Hoaks

https://nasional.kompas.com/read/2018/10/04/11195091/ratna-sarumpaet-minta-maaf-polri-tetap-lanjutkan-penyelidikan-kasus-hoaks.

Minta Jokowi Tes DNA, Ratna Sarumpaet Kena Semprot Netizen

http://eveline.co.id/politik/minta-jokowi-tes-dna-ratna-sarumpaet-kena-semprot-netizen/

[HOAX] Benarkah Tudingan @marierteman bahwa Bantuan untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Lombok Bodong?

tabungan-lombok.jpg

Pertanyaan: Saya melihat di akun media sosial  bahwa janji bantuan langsung sebesar Rp 25- Rp 50 juta adalah bodong. Ia memperlihatkan sebuah buku tabungan yang tidak berisi apa-apa. Benarkah?

Jawaban: Tidak benar. Secara logis, tidak mungkin ada tabungan yang kosong total, seperti yang ditunjukkan di foto tersebut. Hoax ini akan makin mudah terdeteksi, jika foto tersebut dizoom.

Jika diperbesar, akan terlihat jelas bahwa di lipatan buku tabungan, bagian tengah, bisa dilihat bahwa saldo Rp 50 juta sudah masuk ke saldo tabungan.

Pertanyaan: Akun tersebut kemudian berkelit bahwa meskipun ada saldo, tapi tak bisa dicairkan. Benarkah?

Jawaban: Betul bahwa tidak bisa dicairkan sementara, namun tetap bukan berarti bodong. Uang tersebut tetap ada dan merupakan hak milik warga Lombok yang telah ditetapkan sebagai penerima. Sama sekali tidak dibatalkan atau dikurangi.

Yang benar adalah pencairannya baru bisa dilakukan jika material bangunan telah tersedia dan konsultan yang disediakan sebagai pendamping telah datang. Jadi hanya jika benar-benar sudah siap dilakukan renovasi terhadap rumah tersebut.

Pertanyaan: Dari mana saya bisa membaca sumber informasi yang bisa meyakinkan saya soal hal tersebut?

Jawaban: Silakan buka pernyataan Ketua BNPB di bawah ini:

https://nasional.kompas.com/read/2018/09/14/19581231/dana-perbaikan-rumah-gempa-lombok-belum-cair-ini-penjelasan-bnpb

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑