Search

Jawaban atas Fitnah kepada Jokowi

Benarkah Jokowi Sudah Setuju Perpanjangan Kontrak Freeport?

Pertanyaan: Hari ini saya melihat trending topic #JokowiBohongSoalFreeport. Benarkah sikap pemerintah melunak terkait negosiasi dengan Freeport?

hoax

Jawaban: Berita yang menjadi sumber isu tersebut disalahpahami. Selain itu hashtag tersebut adalah hoax. Perpanjangan kontrak Freeport belum resmi disetujui. Berita yang bersumber dari salah satu surat kabar tersebut hanya mengutip beberapa poin yang sudah disetujui dalam koordinasi antar-menteri bidang perekonomian di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 4 Juli 2017.

Namun sama sekali belum bisa disimpulkan secara keseluruhan bahwa pemerintah sepakat untuk memperpanjang. Berita tersebut bersumber hanya dari pernyataan Deputi Bidang usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, bukan dari Kementerian ESDM atau Menteri ESDM Ignasius Jonan, apalagi dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Screen Shot 2017-07-04 at 11.10.47 PM.png

Berikut poin-poin yang dituntut oleh pemerintah untuk bisa memperpanjang izin operasi Freeport, antara lain:

  1. Membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian
  2. Divestasi saham 51%
  3. Memenuhi ketantuan terkait kinerja perusahaan, lingkungan, dan jaminan pasca tambang

Sementara Kementerian Keuangan juga belum memberi persetujuan terkait beberapa isu antara lain ketentuan fiskal, bea keluar, dan pajak. Juga masih ada masalah terkait keinginan Freeport agar regulasi dituangkan dalam bentuk PP (peraturan pemerintah), juga belum disepakati.

Catatan kaki di berita tersebut sudah diperbaiki dari awalnya  ESDM Setuju Izin Operasi Freeport Diperpanjang menjadi Pemerintah Bisa Menyepakati Perpanjangan Operasi Freeport. (kata “bisa” dalam hal ini hanya memperlihatkan kemungkinan, bukan fakta bahwa “sudah” resmi diperpanjang). Perbaikan dilakukan pada tanggal 4 Juli 2017, pukul 21.55.

Pertanyaan: Apakah ada bantahan langsung dari pemerintah terkait hal ini?

Jawaban: Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah memberikan klarifikasi yang ditulis Hadi M Djuraid, Stafsus Menteri ESDM di akun aslinya:

Screen Shot 2017-07-04 at 11.07.22 PM.png

Klarifikasi tersebut juga sudah ditulis di berita baru berikut:

https://bisnis.tempo.co/read/news/2017/07/04/090888830/pemerintah-belum-putuskan-soal-perpanjangan-kontrak-freeport

 

 

Advertisements

Benarkah Gaji Presiden Naik?

Pertanyaan: Saya membaca di Facebook dan Twitter kalau gaji presiden naik di saat masyarakat sedang kesulitan. Benarkah?

Jawaban: Tidak benar. Situs Setkab sudah memberi penjelasan resmi kalau tidak ada kenaikan gaji presiden sejak tahun 2001. Gaji presiden tetap sesuai UU, yaitu 6 kali besar gaji maksimal pejabat negara tertinggi lainnya. 

Hingga saat ini, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla masih menerima gaji sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil, pasal 2 yaitu bahwa gaji pokok Presiden adalah enam kali gaji pokok tertinggi pejabat di Indonesia selain Presiden dan Wakil Presiden. Sementara gaji pokok Wakil Presiden adalah empat kali gaji pokok tertinggi pejabat selain Presiden dan Wakil Presiden.

Selanjutnya, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2000, gaji pokok tertinggi pejabat negara (Ketua DPR, MA, BPK) adalah sebesar Rp5.040.000 per bulan.

“Dengan demikian, besarnya Gaji Pokok Presiden setiap bulannya adalah enam kali gaji tersebut, yaitu Rp30.240.000. Sedangkan Gaji Pokok Wakil Presiden setiap bulannya adalah empat kali dari gaji tersebut yakni Rp20.160.000,” jelas Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden (Setpres), Bey Machmudin.

Dari situs yang sama juga dijelaskan besar tunjangan tidak berubah.

Sumber: http://setkab.go.id/bantah-kabar-kenaikan-istana-gaji-presiden-dan-wakil-presiden-tidak-berubah-sejak-2001/?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

HOAX: Benarkah Jokowi Lebih Senang Pekerja dari Cina?

Pertanyaan: Saya membaca di suatu situs kalau Jokowi berkomentar bahwa ia lebih menyenangi pekerja Cina. Benarkah?

http://news.bersamadakwah.net/2016/12/jokowi-lebih-senang-pekerja-dari-china.html?m=1

Screen Shot 2017-05-29 at 12.38.25 AM.png

Jawaban: Hoax dan pelintiran. Situs ini tampaknya merujuk kepada berita dari situs lain dan mengubah paragraf pembukanya. Berikut berita dengan isi mirip di Situs Berita Antara yang lebih terpercaya:

Screen Shot 2017-05-29 at 12.40.08 AM.png

http://www.antaranews.com/berita/603128/presiden-tandaskan-hanya-ada-21000-pekerja-china-di-indonesia

Dalam berita tersebut, justru Jokowi ingin membantah bahwa tenaga kerja Cina yang masuk ke Indonesia ada puluhan juta orang. Di data yang ada, jumlahnya hanya 21.000 orang. Ia menjelaskan tentang pekerja Cina dalam konteks perbandingan gaji. Pekerja dari Hongkong, Amerika dan Eropa lebih sedikit karena standar gajinya lebih tinggi dari Indonesia, sehingga lebih sedikit yang mau mencari nafkah di Indonesia.

Pertanyaan: Adakah berita serupa dari situs lain yang bisa menguatkan informasi ini?

Jawaban: Silakan telusuri di situs-situs berikut:

Silakan juga tonton video berikut ini:

HOAX: Benarkah Jokowi Hapus Perda Islami?

Pertanyaan: Saya membaca info katanya Jokowi menghapus perda-perda yang berbau Islam. Benarkah?

Jawaban: Hoax ini terjadi pada tahun 2016. Pada waktu itu yang dihapus oleh pemerintah adalah perda-perda yang menghalangi kemudahan usaha dan investasi, bukan karena berkaitan dengan agama tertentu. Hal ini telah diklarifikasi oleh Menteri Dalam Negeri.

“Ini semua soal investasi. Kita ga urus perda yang bernuansa syariat Islam. Ini untuk amankan paket kebijakan ekonomi pemerintah,” ungkap Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri, pada hari Rabu, 15 Juni 2016.

Andaipun bila harus mendalami perda-perda yang cenderung intoleran atau diskriminatif serta berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat, Kemendagri akan mengundang organisasi keagamaan. Tujuannya untuk menyelaraskan regulasi, apalagi untuk daerah otonomi khusus.

Sementara bagi daerah seperti Aceh, syariat Islam tetap bisa berlaku. “Misalnya, Aceh mau terapkan syariat Islam di daerahnya, itu boleh. Namun penerapan di sana, mau diterapkan juga di Jakarta, tentu tidak bisa,” kata Tjahjo. Ia juga memastikan tidak ada peraturan daerah (Perda) bernuansa syariat Islam yang masuk dalam deregulasi 3.143 perda

Sumber:

http://www.kemendagri.go.id/news/2016/06/15/mendagri-tidak-ada-perda-bernuansa-islam-dihapus


https://news.detik.com/berita/3234905/mendagri-tidak-ada-penghapusan-perda-syariat-islam

HOAX: Benarkah Pelaku Bom Kampung Melayu adalah Polisi?

Pertanyaan: Saya mendapat foto dan status FB beredar yang menunjukkan bahwa pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu adalah polisi. Benarkah teror ini diciptakan pemerintah sendiri?

girsang

Jawaban: Hoax! Eks brimob yang dimirip-miripkan dengan foto pelaku yang tewas di tempat adalah Brigadir Rinton Girsang, dari Pontianak dan hingga kini ia masih hidup dan sehat di Siantan, Pontianak. Jadi tidak benar bahwa ia adalah pelaku yang ikut tewas saat kejadian.

Rinton Girsang sudah membuat testimoninya sendiri (sebagai bukti ia masih hidup dan tidak berada di Jakarta) dan keberatan dikaitkan dengan bom di Kampung Melayu. Berikut videonya:

Bantahan ini sudah dimuat di berbagai situs antara lain:

http://www.metrosiantar.com/news/siantar/2017/05/25/257387/disebut-pelaku-bom-kampung-melayu-rinton-girsang-saya-masih-hidup/

http://www.tribunnews.com/regional/2017/05/25/mantan-anggota-brimob-ini-dipastikan-tak-terkait-bom-kampung-melayu

Polisi melalui Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan  juga sudah resmi membantah hal ini:

https://news.detik.com/berita/d-3511413/polisi-tepis-isu-pelaku-bom-kampung-melayu-eks-anggota-polri

Polda Sumut melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol. Dra Rina Sari Ginting  juga membantah hal tersebut:

http://www.hariandeteksi.com/2017/05/berita-hoax-di-medsos-polda-sumut-tidak.html

Pertanyaan: Jadi siapa sebenarnya pelakunya?

Jawaban: Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah membuat pernyataan bahwa pelaku bom Kampung Melayu dua orang, yaitu Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam. Ini sudah dipastikan melalui tes DNA.

Sumber:

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/05/26/20041551/kapolri.pastikan.ahmad.syukri.dan.ichwan.nurul.pelaku.bom.bunuh.diri.di.kampung.melayu

HOAX: Benarkah Jokowi Diberitakan Kekanakan Menanggapi Investasi Arab ke Cina?

Pertanyaan: Saya mendapat screenshot berita dari situs Asia Correspondent kalau Jokowi ditertawakan karena bersikap kekanakan menanggapi investasi Arab ke Republik Rakyat Cina yang lebih kecil daripada ke Indonesia. Benarkah?

jokowi2

Jawaban: Hoax dan pelintiran. Situs Asia Correspondent memuat berita kekecewaan Jokowi, namun tidak pernah menulis judul berita seperti itu. Judul yang benar adalah “Dissapointed: Jokowi Upset Saudi Invests in China more than Indonesia”

Silakan baca sendiri sumber beritanya:
https://asiancorrespondent.com/2017/04/disappointed-jokowi-upset-saudi-invests-china-indonesia/

Pertanyaan: Dalam konteks apa Jokowi menyatakan kekecewaan itu?

Jawaban: Sebenarnya Jokowi mengungkapkannya dalam suasana santai dan guyon di hadapan hadirin pada saat ia berpidato di Pondok Pesantren Buntet, Desa Buntet, Kecamatan Astanaja Pura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis 13 April 2017.

Konteksnya bukanlah sedang marah kepada Arab Saudi, namun bercanda. Kalimat lebih tepatnya seperti ini:

“Investasi Saudi ke Indonesia Rp 89 triliun. Tapi ya saya lebih kaget saat beliau ke Tiongkok, ke China yang beliau tanda tangani Rp 870 triliun…Wah, padahal saya itu sudah mayungi pas hujan. Saya juga sudah nyupiri keliling Istana. Itulah rasa kecewa saya, meski sedikit saja. Sangat sedikit, ya.”

Setidaknya ada tiga situs berita yang secara konsisten memunculkan kalimat ini, yaitu:

Kompas: http://nasional.kompas.com/read/2017/04/13/14295111/kekecewaan.jokowi.usai.melihat.nilai.investasi.arab.saudi.di.china.

Detik:

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3473829/kecewa-soal-investasi-saudi-jokowi-padahal-sudah-saya-payungi

Liputan6:

http://news.liputan6.com/read/2921647/jokowi-kecewa-dengan-investasi-raja-salman-itu-suasananya-guyon

Jadi kata “upset” atau “kecewa” ini bukanlah kemarahan besar. Ia hanya sedang berusaha memancing tawa pendengarnya. Ia justru berusaha melakukan auto-koreksi bahwa memang Indonesia harus berjuang agar semakin menarik di mata investor.

“Hal-hal yang ini saya kira kritik dan instropeksi untuk diri kita sendiri kalau misalnya kita dah siap, wong investasi kita gede-gede kok. Kalau ada keyakinan pasti akan lebih di tempat kita dibanding negara lain,” Kata Jokowi.

Pertanyaan: Adakah bukti lain yang menguatkan screenshot tersebut hoax?

Jawaban: Pembuat screenshot kurang memahami penulisan huruf kapital. Seharusnya kata Jokowi, Arab, China, dan Indonesia ditulis dalam huruf kapital. Tidak mungkin situs seperti Asian Correspondent memuat kesalahan sefatal ini.

jokowi

HOAX: Jokowi akan Minta Maaf ke PKI

Pertanyaan: Saya mendengar kabar Jokowi akan meminta maaf kepada PKI. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Jokowi sudah menegaskan tidak akan meminta maaf ke PKI dan tidak punya rencana untuk itu.

“Tentang permintaan maaf kepada PKI tahun yang lalu sudah saya sampaikan, tetapi ada isu lagi, ada gosip lagi. Sehingga perlu saya sampaikan tidak ada rencana dan pikiran sama sekali saya akan minta maaf kepada PKI, nggak ada,” ucap Jokowi dalam acara buka puasa bersama anggota TNI di Mabes TNI Cilangkap pada tanggal 27 Juni 2016.

Isu ini sudah beredar sejak 2015, dan sampai sekarang (2 tahun) tidak ada tanda sama sekali Jokowi akan meminta maaf kepada PKI seperti yang difitnahkan. 

Sumber:

https://m.detik.com/news/berita/3243442/jokowi-klarifikasi-isu-minta-maaf-ke-pki-dan-keberadaan-satuan-teritori

http://news.liputan6.com/read/2541310/di-mabes-tni-jokowi-tegaskan-tak-akan-minta-maaf-ke-eks-pki

 

HOAX: Benarkah Jokowi Salat di Klenteng?

Pertanyaan: Saya melihat orang-orang di Facebook menuding Jokowi salat di Klenteng berwarna merah saat kunjungan ke Repubik Rakyat Cina. Benarkah?

klenten

Jawaban: Hoax dan hasil pelintiran. Pada tanggal 14 Mei 2017, Jokowi salat di salah satu masjid di Cina yang memang (seharusnya) berornamen tradisional Cina, karena masjid itu memang ada di Cina. Seperti juga jika berkunjung ke Turki maka ornamennya khas Turki, dan kalau masjid di Arab arsitekturnya juga khas Arab. Tidak ada yang aneh dari itu.

Sumber:

https://kumparan.com/nurul-hidayati/presiden-jokowi-salat-2-rakaat-di-masjid-niujie-beijing

http://news.liputan6.com/read/2949845/jokowi-akan-kunjungi-masjid-tertua-di-tiongkok

Pertanyaan: Jika benar itu masjid bukan klenteng, apa nama masjid itu dan di mana letaknya?

Jawaban: Masjid tersebut bernama Masjid Niujie Beijing, China. Masjid ini adalah salah satu yang tertua di China, dibangun pada tahun 996 Masehi. Alamatnya di 18 Cow Street, Xuanwu District, Beijing. Berikut posisinya di Google Map:

Screen Shot 2017-05-16 at 9.26.38 PM.png

Pertanyaan: Memangnya di Cina ada masjid ya? Bukankah itu negeri komunis?

Jawaban: Tentu saja ada muslim di Cina, saat ini jumlahnya cukup signifikan, mencapai 23 juta orang. Di Beijing saja terdapat 70 masjid dan 23.000 masjid di Republik Rakyat Cina secara keseluruhan. Relasi budaya islam antara Indonesia dan Cina juga sudah terjalin sejak abad 15.

Sumber:

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/14/078875206/jokowi-kaget-jumlah-masjid-di-cina-mencapai-23-ribu-unit

 

Benarkah Jokowi Mengabaikan Naufal, Penemu Pembangkit Listrik Kedondong?

Pertanyaan: Saya mendapatkan berita kalau pemerintahan Jokowi sudah mengabaikan anak bernama Naufal Rizki yang menemukan listrik dari kedondong. Benarkah?

Screen Shot 2017-05-13 at 2.25.52 AM.png

Jawaban: Hoax. Naufal Rizki justru mendapat perhatian negara. Pada tahun 2016, ia mengikuti Pertamina Science Fun Fair 2016 dan mendapat perhatian dari Badan Usaha Milik Negara, Pertamina, dalam bentuk beasiswa hingga kuliah dan penemuannya didukung oleh Anak Perusahaan Pertamina, PT Pertamina EP Rantau Field.

Menurut situs pemprov acehprov.go.id dan aktual.com, pada gelar TTG tahun 2014 di Sigli, Naufal juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 9 juta rupiah  atas riset energi berbahan buah kentang dari Badan Pemberdayaan Masyrakat Provinsi Aceh,  dana ini digunakan untuk melakukan percobaan-percobaan dengan berbagai macam pohon kayu.

Sebagai penguat, berikut bukti film dokumenter National Geographic bekerjasama dengan Pertamina EP pada tahun 2016 yang sudah menyoroti bakat Naufal:

Sumber:

http://www.pertamina.com/social-responsibility/berita-csr/pertamina-bantu-naufal-raziq-kembangkan-pohon-penghasil-listrik/?alttemplate=print

http://www.acehprov.go.id/news/read/2015/10/10/2628/naufal-sang-penemu-energi-listrik-pohon-kayu.html

http://www.aktual.com/bocah-asal-aceh-berhasil-temukan-energi-listrik-dari-kayu-pohon/

halaman turn back hoax

Pertanyaan: Adakah bukti yang memperkuat bahwa info ini hoax?

Jawaban: Info ini keluar pada tahun 2017, menyebutkan bahwa Naufal diperebutkan Turki dan Brunei dan mengutip Menteri Energi Turki bernama Yildiz. Sayangnya Menteri Energi Turki yang bernama Taner Yıldız sudah berhenti sejak tahun 2015, digantikan Ali Rıza Alaboyun dan kemudian Berat Albayrak. Sementara penemuan Naufal baru keluar di berita nasional melalui Science Fair pada tahun 2016. Berikut kutipan artikel Wikipedia:

Screen Shot 2017-05-13 at 2.37.15 AM.png

Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Taner_Y%C4%B1ld%C4%B1z

Penelusuran tim kami atas berita Naufal dikomentari oleh Menteri Energi Turki, Taner Yildiz pada kurun waktu 2012-2015 tidak menemukan berita apapun kecuali halaman Google+ yang baru memuat berita tersebut 2 hari yang lalu.

Screen Shot 2017-05-13 at 2.44.53 AM.png

Berikut halaman Faisal F di google+, perhatikan di kanan atas tertulis 3d yang berarti informasi tersebut dipost 3 hari lalu.

Screen Shot 2017-05-13 at 2.47.04 AM

Berikut halaman Petor Giovani di Google+ yang juga memperlihatkan informasi tersebut dipost 2 hari yang lalu:

Screen Shot 2017-05-13 at 2.47.31 AM.png

Berikut dengan variasi ejaan Bahasa Turki, juga tidak memperlihatkan adanya berita Taner Yildiz pernah berkomentar mengenai bakat Naufal:

Pertanyaan: Adakah contoh bakat lain dari Indonesia yang menemukan sumber listrik alternatif?

Jawaban: Tentu saja ada. Contohnya Bagas Pramana Putra, siswa SMA Taruna Nusantara yang menemukan genteng Triko yang mengubah panas menjadi listrik melalui genteng triko. Ia mendapat hadiah Rp 89 juta atas karyanya.

Screen Shot 2017-05-13 at 2.29.21 AM

Dalam acara D’Gil Energy Competition ini, diperebutkan hadiah total Rp 500 juta dari Pertamina. Total peserta mencapai 6.000 ide dan terpilih 27 peserta di babak final. Bagas Pramana Putra terpilih sebagai peringkat 2.

Sumber:

http://www.pertamina.com/news-room/seputar-energi/d%E2%80%99gil-energy-competition-2017,-rumah-harapan-para-inovator-indonesia/

http://regional.liputan6.com/read/2944654/anak-sma-taruna-nusantara-temukan-listrik-dari-tanah-liat

Pertanyaan: Itu saja? Adakah contoh lain?

Jawaban: Ada banyak contoh kompetisi lain yang diadakan oleh Pertamina yang menghasilkan penelitian energi terbarukan. Contoh lain adalah di tingkat mahasiswa, Olimpiade Sains Nasional. Dalam kategori project sains OSN Pertamina 2015, dihasilkan juara 1 project mikroalga Nannochloropsis oculata sebagai sumber listrik yang bertahan selama selnya masih hidup. Pemenangnya adalah Yoanes Maria Vianney, Go Melisa Gunawan, dan Yoko Brigitte Wang dari Universitas Surabaya.

Menurut situs pertamina, OSN menyediakan total hadiah Rp 3,3 Miliar dan pemenang 1 kategori project sains mendapat hadiah Rp 50 juta.

Sumber:

http://www.pertamina.com/news-room/siaran-pers/juara-osn-pertamina-terima-total-rp-3,3-milyar/

http://www.ubaya.ac.id/2014/content/2014/1683/Energi-Listrik-Mikroalga-Rebut-Juara-1-Olimpiade-Sains-Nasional.html

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑