Screen Shot 2015-12-19 at 6.33.36 PM

Pertanyaan: Tersiar kabar Jokowi mengambil langkah diktator dengan memerintahkan polisi menangkap pemilik akun @ypaonganan karena mengkritik Jokowi pada saat Subuh buta. Benarkah itu?

Jawaban: Hoax. Pertama, yang dilakukan pemilik akun @ypaonganan alias Yulianus Paonganan, dosen dan mantan stafsus salah satu menteri di era presiden terdahulu, bukanlah mengkritik pemerintahan. Yang dia lakukan adalah makian dan menulis kalimat-kalimat yang sudah di luar batas kesopanan dengan mengupload foto Jokowi bersama Artis NM (dalam sebuah peluncuran film beberapa tahun lalu), lalu menambahi hashtag #PapaDoyanLonte. Lonte adalah ungkapan kasar untuk PSK. Padahal saat peluncuran film tersebut, NM belum pernah tersangkut kasus PSK Online.

Kedua, polisi telah mengkonfirmasi bahwa sebenarnya Ongen, nama panggilan Yulianus Paonganan, ditangkap bukan karena diperintahkan oleh presiden. Namun ia terjerat kasus pornografi dan dilaporkan oleh banyak individu dan kelompok masyarakat. Kasus pornografi di media sosial bukanlah masuk delik aduan, sehingga dilaporkan atau tidak pun oleh seseorang, polisi tetap bisa dan berwenang menjerat Ongen.

Jika kita telusuri timelinenya, banyak sekali foto-foto vulgar di timeline @ypaonganan, contohnya adalah ini:

Screen Shot 2015-12-19 at 6.44.31 PM.png

Screen Shot 2015-12-19 at 8.09.50 PM

Ketiga, menurut polisi, Yulianus Paonganan sendiri sudah menyatakan penyesalannya sudah berbuat hal tersebut. Sehingga bisa disimpulkan memang ia sadar sudah berbuat kesalahan dan seharusnya siap menghadapi konsekuensi hukum yang menanti. Ia juga mengklarifikasi yang ia lakukan tidak berhubungan dengan motif politik. Jadi ini bukanlah bentuk penzaliman, apalagi disangkut pautkan secara politis, namun memang penegakan hukum.

Keempat, caci maki Ongen tidak hanya ditujukan kepada Jokowi. Banyak akun lain yang ia teriaki sebagai Cebong, atau sebutan tak pantas lainnya. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pun mengaku mendapat hinaan tidak kalah kurang ajarnya oleh yang bersangkutan.

Screen Shot 2015-12-19 at 6.38.45 PM.png

Kelima, Ongen sendiri yang menciptakan tantangan kepada banyak orang untuk mempolisikan dirinya, seolah merasa tidak tersentuh hukum. Sehingga jika akhirnya ia benar-benar ditangkap polisi, tentu adalah tindakan memalukan jika ada yang menganggap dirinya dizalimi aparat.

Screen Shot 2015-12-19 at 6.40.50 PM.png

Pertanyaan: Benarkah penangkapan Ongen tidak manusiawi, dilakukan di Subuh pagi buta?

Jawaban: Pertama, tidak ada seorang warga negara pun yang bisa mengatur dan mendikte kapan polisi melakukan penangkapan. Kasus serupa namun tak sama terjadi sebelumnya, yaitu Raden Nuh dkk yang menjadi admin @triomacan2000 ditangkap pada pukul 01:00 dinihari. Hal itu tidak menyebabkan kasus menjadi salah tangkap atau polisi dianggap melakukan pelanggaran. Saat ini Raden Nuh telah divonis 5 tahun tanpa ada persoalan di jam berapa dia ditangkap polisi. 

Kedua, Polisi tidak menangkap Ongen saat subuh. Lebih tepatnya, penangkapan dilakukan pukul 6:00 pagi, saat Ongen tengah berhenti aktif di media sosial sehingga tidak terjadi kegaduhan. Pukul 6 pagi tidak bisa disebut Subuh buta.

Pertanyaan: Di mana saya bisa mendapatkan informasi soal hal ini?

Jawaban: Silakan dilihat di link berikut:

http://news.liputan6.com/read/2392070/diduga-sebarkan-pornografi-pemilik-akun-ypaonganan-ditangkap

http://news.liputan6.com/read/2392205/ditangkap-karena-dugaan-pornografi-ypaonganan-menyesal

http://news.detik.com/berita/3098295/polri-ongen-ypaonganan-ditangkap-karena-sebarkan-pornografi-bukan-perintah-jokowi

http://www.galamedianews.com/nasional/60399/setelah-ditangkap-pemilik-akun-ypaonganan-masih-diperiksa-penyidik-bareskrim.html

http://news.detik.com/berita/3098373/ongen-ypaonganan-menyesali-perbuatannya-kicauannya-tak-bermotif-politik

Advertisements