Pertanyaan: Saya mendapat screenshot berita dari situs Asia Correspondent kalau Jokowi ditertawakan karena bersikap kekanakan menanggapi investasi Arab ke Republik Rakyat Cina yang lebih kecil daripada ke Indonesia. Benarkah?

jokowi2

Jawaban: Hoax dan pelintiran. Situs Asia Correspondent memuat berita kekecewaan Jokowi, namun tidak pernah menulis judul berita seperti itu. Judul yang benar adalah “Dissapointed: Jokowi Upset Saudi Invests in China more than Indonesia”

Silakan baca sendiri sumber beritanya:
https://asiancorrespondent.com/2017/04/disappointed-jokowi-upset-saudi-invests-china-indonesia/

Pertanyaan: Dalam konteks apa Jokowi menyatakan kekecewaan itu?

Jawaban: Sebenarnya Jokowi mengungkapkannya dalam suasana santai dan guyon di hadapan hadirin pada saat ia berpidato di Pondok Pesantren Buntet, Desa Buntet, Kecamatan Astanaja Pura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis 13 April 2017.

Konteksnya bukanlah sedang marah kepada Arab Saudi, namun bercanda. Kalimat lebih tepatnya seperti ini:

“Investasi Saudi ke Indonesia Rp 89 triliun. Tapi ya saya lebih kaget saat beliau ke Tiongkok, ke China yang beliau tanda tangani Rp 870 triliun…Wah, padahal saya itu sudah mayungi pas hujan. Saya juga sudah nyupiri keliling Istana. Itulah rasa kecewa saya, meski sedikit saja. Sangat sedikit, ya.”

Setidaknya ada tiga situs berita yang secara konsisten memunculkan kalimat ini, yaitu:

Kompas: http://nasional.kompas.com/read/2017/04/13/14295111/kekecewaan.jokowi.usai.melihat.nilai.investasi.arab.saudi.di.china.

Detik:

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3473829/kecewa-soal-investasi-saudi-jokowi-padahal-sudah-saya-payungi

Liputan6:

http://news.liputan6.com/read/2921647/jokowi-kecewa-dengan-investasi-raja-salman-itu-suasananya-guyon

Jadi kata “upset” atau “kecewa” ini bukanlah kemarahan besar. Ia hanya sedang berusaha memancing tawa pendengarnya. Ia justru berusaha melakukan auto-koreksi bahwa memang Indonesia harus berjuang agar semakin menarik di mata investor.

“Hal-hal yang ini saya kira kritik dan instropeksi untuk diri kita sendiri kalau misalnya kita dah siap, wong investasi kita gede-gede kok. Kalau ada keyakinan pasti akan lebih di tempat kita dibanding negara lain,” Kata Jokowi.

Pertanyaan: Adakah bukti lain yang menguatkan screenshot tersebut hoax?

Jawaban: Pembuat screenshot kurang memahami penulisan huruf kapital. Seharusnya kata Jokowi, Arab, China, dan Indonesia ditulis dalam huruf kapital. Tidak mungkin situs seperti Asian Correspondent memuat kesalahan sefatal ini.

jokowi

Advertisements