Screen Shot 2018-01-19 at 9.16.00 PM

Pertanyaan: Saya melihat akun salah satu partai menerbitkan meme yang menyatakan bahwa anak-anak di Papua terkena gizi buruk. Benarkah?

Jawaban: Ya dan tidak. Dari segi ilustrasi yang digunakan, sebenarnya mencatut dari foto yang dimuat sebuah blog tahun 2008. Jadi ilustrasi yang digunakan tidak benar.

Benar bahwa terjadi kematian 61 anak di Papua, namun bukan hanya karena gizi buruk, tapi juga wabah campak, yang kini sedang dalam penanganan dan upaya vaksinasi.

Sejarahnya, memang sudah sejak dulu Papua rentan gizi buruk dan wabah penyakit. Hal ini terjadi karena infrastruktur belum memadai, sehingga kesejahteraan belum merata dan sulit dijangkau tenaga kesehatan. Contohnya pada tahun 2013, terjadi kematian mendadak 95 warga Papua akibat kurang gizi, tahun 2005 juga terjadi hal serupa dengan korban jiwa 51 orang, dan tahun 2009 sebanyak 113 orang.

Pertanyaan: Kalau cuma menyajikan data saja mudah sebagai excuse. Tapi apa upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah?

Jawaban: Dengan memeratakan pembangunan hingga ke pelosok Papua, seharusnya kesejahteraan meningkat dan arus barang, termasuk makanan, juga jadi lebih lancar. Sehingga seharusnya masyarakat semakin mudah dan murah mendapat makanan.

Screen Shot 2018-01-19 at 9.33.57 PM.png

Salah satu upaya mempermudah akses ke pelosok Papua adalah pembangunan jalan trans papua, jembatan holtekamp, pembenahan dan pembangunan bandara, pelabuhan,  pasar Mama Papua, serta peningkatan kualitas rumah sakit.

Pertanyaan: Tapi kan, katanya omong kosong saja kalau memberantas gizi buruk cuma dengan pembangunan infrastruktur!

Jawaban: Pembangunan yang dilakukan bukan hanya infrastruktur saja. Dari segi kesehatan, kini pemerintah membentuk program Nusantara Sehat. Tenaga kesehatan profesional, termasuk dokter, perawat, dan bidan dikirimkan ke daerah dengan fasilitas memadai dan digaji layak. Juga ada tenaga kesehatan “kaki telanjang”, yang merupakan tenaga medis setempat yang ikut membantu program pengobatan, edukasi, dan preventif bagi masyarakat di pelosok Papua.

Screen Shot 2018-01-19 at 9.22.56 PM

Sumber gambar: kabardesa

Selain itu untuk memperbaiki gizi, kini diversifikasi makanan di Papua kembali digalakkan. Selama ini salah satu argumen sulitnya pemenuhan gizi adalah warga diperkenalkan dengan beras yang mahal dan bukan tanaman asli Papua. Karena itu, sagu dan ubi diupayakan populer kembali sebagai makanan pokok. Langkah ini misalnya dilakukan dengan membangun pabrik sagu terbesar senilai 150 Miliar yang diresmikan Jokowi tahun 2016.

Screen Shot 2018-01-19 at 9.31.35 PM.png

Sumber gambar: detik

Beberapa kali, Jokowi juga berupaya mengangkat ubi asal Papua dengan memborongnya saat kunjungan. Selain itu, ubi juga kini dikembangkan bukan hanya dalam bentuk goreng atau bakar, tapi oleh LIPI Wamena dibimbing agar diolah menjadi donat dan kue. 

Sementara untuk jagung, kini tengah dibuka 1000 hektar lahan jagung di Jagebob, Merauke.

Pertanyaan: Bagaimana dengan sumber protein?

Jawaban: Berbagai bantuan dan pembinaan juga dilakukan untuk mendukung peternakan dan perikanan di Papua. Antara lain contohnya adalah pembangunan Balai Veteriner di Papua, inseminasi 6000 ekor sapi di Merauke, serta bantuan untuk sektor perikanan dan nelayan. 

Tak hanya membangun peternakan dan perikanan, Jokowi juga ikut mempromosikan potensi ikan di Papua dengan membelinya. Bahkan papeda ikan gabus kuah kuning juga dinikmati oleh Presiden dan dipromosikan ke media.

Screen Shot 2018-01-19 at 9.25.42 PM.png

Sumber gambar: SoloPos

Pertanyaan: Bagaimana dengan penyakit campak yang menyerang warga Asmat? Apa upaya memberantasnya?

Jawaban: Berkaitan dengan penyakit campak di Asmat, pemerintah sudah berupaya mengirimkan 800 vaksin langsung ke Asmat. Selain itu, TNI sudah ikut menurunkan tim medis. Dinkes Papua juga terus mengupayakan vaksinasi  berkala dan distribusi kulkas untuk menyimpan vaksin secara aman.

Pertanyaan: Adakah meme atau infografis yang bisa saya bantu sebarkan untuk menjawab masalah ini?

Jawaban: Silakan bantu sebarkan infografis berikut ini:

Papua

Papua2.png

Papua3

airbersihasmat

Advertisements