noninfra

Pertanyaan: Saya melihat komentar perkumpulan penggemar capres sebelah menuding Jokowi hanya jago membangun infrastruktur. Benarkah?

Jawaban: Tidak benar. Memang selama ini yang sering terekspos media adalah pembangunan infrastruktur karena secara fisik terlihat hasilnya dan mudah diterima pesannya oleh masyarakat luas. Namun peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia melalui program non infrastruktur juga banyak.

Pertanyaan: Apa saja contohnya dalam bidang kesehatan?

Jawaban: Dalam bidang kesehatan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mencanangkan program pengiriman tenaga kesehatan ke daerah terpencil bernama Nusantara Sehat. Berbeda dengan program dokter PTT biasa, program ini merekrut 6.000 tenaga kesehatan dengan keahlian berbeda-beda, antara lain dokter, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga farmasi, dan ahli gizi. Dengan demikian, rakyat di daerah terpencil dan pulau terluar bisa ikut menikmati layanan kesehatan, didukung pula oleh penerapan Kartu Indonesia Sehat. 

Untuk perempuan muda usia sekolah, kini diberikan vaksinasi Kanker Servix gratis. Untuk para ibu dan bayinya, ruang laktasi juga diperbanyak dan didukung oleh pewajiban melalui beberapa peraturan. Contohnya adalah Permenhub No 119 Tahun 2015 yang mewajibkan pelabuhan laut memiliki ruang laktasi.

Sebagai indikasi efektifnya program kesehatan di Indonesia, terbukti angka kematian ibu dan bayi menurun, angka usia harapan hidup meningkat, dan berkurangnya kasus stunting yang diderita balita. 

Pertanyaan: Bagaimana dalam bidang lingkungan?

Jawaban: Dalam mengatasi kebakaran hutan, peran Manggala Agni dimaksimalkan, bekerjasama dengan aparat, relawan, dan aktivis lingkungan lainnya. Di beberapa Provinsi, hujan buatan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan. Selain itu, dilakukan penuntutan hukum terhadap pihak yang terlibat dalam pembakaran hutan. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar juga melakukan moratorium (penundaan) pengeluaran izin baru hutan dan lahan gambut yang terus diperpanjang hingga saat ini. Pengawasan terhadap kebakaran hutan juga diperketat dan terbuka melalui Sipongi. 

Hasilnya, dalam dua tahun terakhir, bencana kebakaran hutan berkurang 95% dan sudah jarang muncul berita bencana asap, karena keseriusan pemerintah menindak pembakar lahan dan kesigapan mengatasi kebakaran hutan.

Pertanyaan: Bagaimana dalam bidang pendidikan?

Jawaban: Langkah pertama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan adalah dengan menerbitkan Kartu Indonesia Pintar. Untuk pemerataan guru di daerah yang membutuhkan, diadakan program afirmasi antara lain Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM3T), Program Guru Garis Depan (GGD), dan Guru yang bertugas di daerah khusus. 

Untuk santri, Kementerian Agama menyediakan Program Beasiswa Santri Berprestasi. Selain itu Kemenag juga membuka beasiswa bagi mahasiswa dari daerah 3T, serta Rp 8 Miliar untuk guru S2 Madrasah. 

Hasilnya adalah angka putus sekolah yang terus menurun.

Pertanyaan: Bagaimana dengan bidang sosial, apa saja terobosannya?

Jawaban: Di bidang sosial, Kementerian Sosial mulai mengupayakan bantuan disalurkan melalui cara non tunai, sehingga meminimalkan penyunatan atau salah sasaran bantuan, Sementara untuk 10 Juta keluarga yang sangat miskin, diberikan bantuan Program Keluarga Harapan. Dalam APBN 2018, dianggarkan Rp283,7 triliun untuk pengentasan kemiskinan.

Dalam hal bencana, Kemensos juga cepat tanggap memberi bantuan. Ini misalnya terlihat saat bencana Gunung Sinabung, Gunung Agung, hingga Banjir Pacitan. Untuk mempercepat reaksi bantuan, Kemensos membangun nota kesepahaman dengan BNPB untuk layanan dukungan psikososial dan buffer stock bantuan bencana. 

Hasilnya, Indonesia dipuji oleh Bank Dunia untuk program PKH.

Pertanyaan: Bagaimana dengan pengembangan industri strategis di Indonesia?

Jawaban: Indonesia kini bisa berbangga karena sudah bisa menghasilkan pesawat yang memang sesuai dengan karakter penerbangan antar pulau yang singkat dan lapangan pendek, yaitu N219 produksi PT Dirgantara Indonesia. Bekerjasama dengan airbus, PT DI juga memproduksi Helikopter AS555AP. 

Di tingkat internasional, TNI sering menjuarai kompetisi menembak dengan senjata dari Pindad. Untuk membantu pembangunan infrastruktur, kini Indonesia bisa membuat excavator sendiri, bernama Exca 200, yang kualitas dan harganya bersaing dengan produk impor. Untuk mendukung TNI, kita juga sudah bisa membuat tank medium sendiri, bernama MMWT.

Untuk pertahanan laut, PT PAL sudah sanggup memenuhi permintaan pesanan kapal landing platform dock dari TNI AL. 

Pertanyaan: Bagaimana dengan pengembangan UMKM dan koperasi di Indonesia?

Jawaban: Indonesia melalui Menteri Koperasi dan UMKM AA Gede Ngurah Puspayoga kini menggratiskan UKM mendaftarkan hak ciptanya. Untuk wirausaha pemula, terutama yang ada di  daerah tertinggal dan perbatasan, daerah kawasan ekonomi khusus (KEK), serta daerah antar kelompok pendapatan rendah bisa dengan mudah mengajukan e-proposal.

Sementara untuk membantu koperasi di sektor real, melalui LPDB-KUMKM dilakukan pemangkasan bunga pinjaman dari 8 persen menjadi 7 persen per tahun. Total dana bergulir yang disiapkan pemerintah adalah Rp 1,5 triliun. Selain itu, disediakan pula akses permodalan melalui KUR, dengan alokasi Rp 110 Triliun untuk tahun 2017.

Hasilnya Indonesia dipuji Bank Dunia karena kebijakannya untuk UKM dianggap membaik.  Rasio kewirausahaan Indonesia meningkat nyaris dua kali lipat menjadi 3,01 persen pada 2016, dibanding 1,55 persen pada tahun 2014 Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia juga meningkat menjadi 60,34 persen pada 2016, dibanding 57,84 persen pada 5 tahun sebelumnya. Serapan tenaga kerja pada sektor UMKM juga tumbuh dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen dalam periode lima tahun terakhir.

Pertanyaan: Bagaimana dengan industri kreatif, apa kebijakan yang dimunculkan?

Jawaban: Jokowi memenuhi janjinya dengan membentuk jabatan setara menteri bernama Bekraf. Kini ibu-ibu didorong untuk bisa computer programming sendiri lewat program Coding Mum. Untuk bidang perfilman, kini sedang disusun kebijakan yang mengatur dan memfasilitasi investasi.  Untuk kemajuan pariwisata, disusun dan disosialisasikan kebijakan MICE. Untuk pembiayaan, diadakan Intellectual Property Financing yang membantu perlindungan terhadap hak cipta, sebagai bagian dari Dana Ekonomi Kreatif.

Pertanyaan: Bagaimana dengan bidang pertanian?

Jawaban: Langkah Jokowi diawali dengan membagikan ribuan unit traktor tangan, menandai dimulainya penggunaan teknologi dalam pertanian. Jokowi juga secara konsisten dan tersturktur membangun infrastuktur penunjang pertanian, yaitu irigasi, embung, waduk, dan bendungan. Kredit untuk pertanian, ditunjang oleh pembagian sertifikat tanah, juga didorong untuk memberikan akses kepada petani terhadap institusi permodalan resmi sehingga ke depannya petani tidak lagi dijerat tengkulak.

Untuk mengurangi resiko bangkrutnya petani saat gagal panen, Kementerian Pertanian juga mendorong asuransi pertanian. Dan pembangunan di desa juga digalakkan agar petani tidak kesulitan akses terhadap teknologi dan informasi, melalui program dana desa. 

Sebagai bukti keberhasilan Jokowi dalam bidang pertanian, Indonesia kini mulai mampu mengekspor beras, bawang, dan jagung.

 

 

Advertisements