2negara

Pertanyaan: Saya membaca di forum Kaskus kalau kini pembahasan RUU Dwi Kewarganegaraan didorong oleh pemerintah Jokowi agar makin terjadi Cinaisasi?

Jawaban: Hoax. UU Dwikewarganegaraan bukan untuk mendorong pendatang dari luar negeri untuk mudah mendapat status warga negara Indonesia. Justru sebaliknya, melindungi pekerja Indonesia yang banyak menetap di luar negeri dan berprestasi.

Mereka biasanya menghadapi dilema jika ingin mendapat dukungan berkarier di luar (misal: disponsori penelitian, kuliah tinggi, dll), atau lazim disebut diaspora, maka harus mendapatkan kewarganegaraan di negara tersebut. Namun di sisi lain mereka masih menyimpan kebanggan dan masih ingin menjadi Orang Indonesia.

Selain itu, ada juga anak-anak pekerja Indonesia di luar negeri yang terlahir sebagai hasil perkawinan dengan penduduk setempat. Mereka kadang mengalami kesulitan karena status dwikewarganegaraannya hanya terbatas hingga 18 tahun. Setelahnya mereka harus memilih salah satu.

Ini semua terjadi karena saat ini Indonesia tidak menganut prinsip dwi kewarganegaraan, hanya dwikewarganegaraan terbatas untuk anak dan fasilitas kartu diaspora. 

Silakan baca sebab didorongnya pembahasan RUU Dwi Kewarganegaraan di Prolegnas DPR di link ini:

https://tirto.id/saat-diaspora-indonesia-menuntut-kewarganegaraan-ganda-crPo

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160817_indonesia_kewarganegaraan_ganda

Pertanyaan: Jadi tidak ada kemungkinan penduduk negara asing jadi bisa mendapat kewarganegaraan Indonesia, misalnya, ehm.. dari Cina?

Jawaban: Undang-Undang ini nantinya bukan untuk memfasilitasi warga negara asing yang sama sekali tidak pernah jadi warga negara Indonesia untuk berpindah jadi warga negara Indonesia.

Pertanyaan: Adakah yang bisa saya bantu sebarkan untuk membantu informasi ini?

Jawaban: Silakan sebarkan infografis berikut:

dwinegara.png

 

Advertisements