anies.jpg

Pertanyaan: Saya melihat ada meme di Facebook kalau paspampres melarang Anies Baswedan ikut turun saat penyerahan Piala Presiden 2018. Katanya ada persaingan politik tidak sehat. Benarkah?

Jawaban: Tidak benar. Pertama, paspampres bukanlah sebuah tugas politik. Ia bertugas secara profesional menjaga keamanan presiden. Jika harus menetapkan siapa yang ada di sekitar presiden saat suatu acara, maka ditetapkan berdasarkan protokoler atau aturan dari penyelenggara acara bersangkutan.

Pertanyaan: Jadi bukan paspampres yang melarang?

Jawaban: Lebih tepatnya, panitia tidak menyebutkan nama Anies Baswedan termasuk dalam rombongan yang akan menyerahkan penghargaan Piala Presiden 2018. Paspampres mengikuti daftar nama ini dengan disiplin.

Pertanyaan: Tapi katanya peraturan protokoler mewajibkan pemerintah daerah tuan rumah ikut mendampingi presiden saat ada acara?

Jawaban: Yang dimaksud adalah UU No 9 tahun 2010 pasal 13. bunyinya: dalam hal Acara Resmi dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejaba tuan rumah mendampingi Presiden dan/atau Wakil Presiden.”

Pertama, ini bukan acara resmi kenegaraan. Kedua, berdasarkan UU ppemerintah daerah bisa hadir mendampingi, terlihat dari penggunaan kata “dan/atau”, jadi tidak ada keharusan. Dan kenyataannya memang tidak setiap acara yang ada di daerah pasti gubernur atau bupati atau walikota setempat yang mendampingi. Ketiga, Gubernur memang sudah mendampingi Presiden dalam acara tersebut, yaitu saat menonton.

Silakan download UU No 9 tahun 2010 di sini: http://repo.unand.ac.id/3676/1/Nomor%209%20Tahun%202010.pdf

Pertanyaan: Adakah contoh acara lain di daerah yang tidak didampingi Gubernur?

Jawaban: Sering. Contohnya saat open house lebaran di Solo, tidak berarti harus didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atau Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo. Atau saat pernikahan anak Presiden, tidak berarti pemerintah daerah setempat harus ikut membuka acara, Gubernur datang hanya sebagai tamu undangan. 

Pertanyaan: Jadi benarkah ada motif politik dalam kejadian ini?

Jawaban: Tidak ada motif politik baik dari presiden maupun paspampres. Presiden Jokowi berulangkali bergembira dan menyalami Gubernur saat Persija mencetak gol. Anies juga tidak menyatakan keberatan tentang kejadian ini. Silakan baca di: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180218172433-20-276988/anies-tak-peduli-ditolak-ikut-ke-podium-perayaan-persija

Pertanyaan: Adakah pernyataan dari pihak istana terkait masalah ini?

Jawaban: Ada broadcast beredar yang ditandai dari Bey Machmudin. Silakan disebarkan:

Cegah Anies Dampingi Presiden, Paspampres Hanya Mengikuti Daftar Nama dari Panitia

Usai pertandingan final Piala Presiden 2018, beredar video pendek saat-saat menjelang penyerahan piala. Dalam video terlihat anggota Paspampres mencegah Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk turun mendampingi Presiden.

Tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia. Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo.

Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies.
Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.

Selama pertandingan, Presiden Jokowi dan Gubernur Anies sangat menikmati jalannya pertandingan final. Keduanya menonton dengan rileks, sangat informal, serta akrab. Presiden menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol.

Karena bukan acara resmi, Presiden juga masih perlu menunggu selama 15 menit di lapangan hingga selesainya pemberian penghargaan lain sebelum menyerahkan Piala Presiden kepada Persija.

Jakarta, 18 Februari 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

 

Advertisements