Screen Shot 2018-03-04 at 9.50.43 PM

Pertanyaan: Saya mendengar bahwa Jokowi memanfaatkan istana untuk kepentingan politik dengan menerima PSI. Benarkah?

Jawaban: Tidak ada larangan seorang Presiden menerima kunjungan dari partai atau organisasi atau golongan manapun di istana. Presiden adalah seorang kepala negara yang punya hak dan kewajiban melayani kunjungan siapa saja, partai politik salah satu di antaranya.

Pertanyaan: Tapi benarkah baru kali ini ada kunjungan partai politik? Bukankah itu tidak etis?

Jawaban: Selama ini Jokowi juga menerima kunjungan Prabowo dan Sohibul Iman dari Gerindra dan PKS, Zulkifli Hasan dari PAN, Surya Paloh dari NasDem, Megawati dari PDIP, serta banyak ketua umum partai lainnya. Tidak ada yang meributkan.

Silakan baca catatan kunjungan ketua umum partai di istana berikut ini:

Prabowo dan Sohibul Iman pasca Pilkada DKI:

https://news.detik.com/berita/d-3687231/pks-ungkap-isi-obrolan-akrab-jokowi-prabowo-di-istana`

Zulkifli Hasan secara terang-terangan bicara politik:

https://nasional.kompas.com/read/2018/02/21/19212391/bertemu-jokowi-dan-megawati-zulkifli-hasan-akui-bicara-politik

Surya Paloh bicara situasi Indonesia pasca aksi demo 411:

https://nasional.kompas.com/read/2016/11/22/07555431/jokowi.sarapan.bersama.surya.paloh.di.teras.istana

Megawati membahas persiapan Pilpres 2019:

https://nasional.kompas.com/read/2018/02/21/18225501/jokowi-bicarakan-soal-pilpres-2019-dengan-megawati

Muhaimin Iskandar membahas konsolidasi pasca aksi demo 411:

https://nasional.kompas.com/read/2016/11/29/13245301/lanjutkan.konsolidasi.jokowi.makan.siang.bersama.muhaimin.iskandar

SBY membahas persoalan kebangsaan:

https://news.okezone.com/read/2017/10/27/337/1803826/jokowi-sby-bertemu-empat-mata-istana-bukan-dadakan-sudah-dijadwalkan-sebulan-lalu

Pertanyaan: Adakah contoh presiden lain menerima tamu untuk bicara politik di istana?

Jawaban: Tentu ada. SBY pernah menerima kunjungan Prabowo dan Yusril dari Gerindra dan PBB:

http://www.tribunnews.com/nasional/2013/12/24/selain-prabowo-sby-juga-terima-yusril-di-istana-hari-ini

 

 

 

Advertisements