dataktpkk

Pertanyaan: Saya membaca tweet dari @partaihulk yang menuding no KTP dan KK kita yang diminta saat registrasi SIM Card telah diminta paksa oleh Cina dari pemerintah. Benarkah?

Jawaban: Tidak benar. Pemerintah sudah menjamin data tersebut aman. Data tersebut dimiliki dan dijamin oleh Kemendagri. Jadi tudingan tersebut adalah hoax. Tidak ada buktinya dan memang tidak pernah terjadi.

Silakan baca sumber informasi tersebut di sini: https://news.okezone.com/read/2018/03/10/337/1870664/kemendagri-jamin-rekaman-data-e-ktp-aman

Pertanyaan: Tapi kan bisa saja diminta paksa dari operator seluler yang bukan pihak pemerintah dan mencari keuntungan?

Jawaban: Sudah dinyatakan tegas bahwa operator sendiri tidak akan dan tidak boleh menyalahgunakan. Hanya pemerintah yang bisa mengaksesnya. Berikut pernyataan dari Kemendagri:

“Tidak perlu khawatir. Operator seluler tidak akan menyalahgunakan data (KTP dan KK) itu. Mereka bahkan tidak memiliki akses untuk mengubah data tersebut,” Zudan Arif Fakrulloh, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Silakan baca sumber informasi tersebut di sini: http://tekno.liputan6.com/read/3127256/registrasi-kartu-sim-apa-data-ktp-dan-kk-kamu-aman

Pertanyaan: Untuk apa sebenarnya pemerintah meminta data KTP dan KK? Bukankah itu mengancam kenyamanan dan keamanan kita?

Jawaban: Justru sebaliknya, diminta nomor identitas tersebut agar pengguna nomor telepon seluler bisa bertanggung jawab dengan aktivitasnya. Sehingga keamanan dan kenyamanan kita terjamin, tidak terancam penipuan, ancaman, dan penyebaran hoax dan kebencian. Setiap kali ada pelanggaran, aparat berwenang bisa mencari sumbernya dan pelaku langsung bisa ditemukan dari nomor HPnya saja. Ini dinyatakan oleh Kemkominfo:

“Tidak ada maksud lain dan kami mendukung transaksi online. Kalau menggunakan transaksi online, toko online, registrasi dengan identitas yang benar, itu akan mendukung ekonomi digital,” Ahmad Ramli, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Silakan baca sumber informasinya di sini:  https://nasional.kompas.com/read/2017/11/01/18455821/bantah-hoaks-kominfo-sebut-registrasi-sim-murni-untuk-keamanan

Pertanyaan: Lalu bagaimana dengan isu bocornya nomor KTP dan KK beberapa waktu lalu?

Jawaban: Sebenarnya bukan karena kebocoran di pihak operator dan pemerintah. Kebocoran itu akibat beberapa warga negara yang mengupload scan no KTP dan KK nya ke Internet sehingga bisa dimanfaatkan orang lain untuk mendaftar. Untuk menanggulangi hal seperti ini, maka disarankan:

  • Jangan sekalipun mengupload KK ke internet
  • Jika terlanjur digunakan orang lain, atau curiga no KTP KK kita digunakan orang lain, gunakan kode ini untuk memeriksa:

Telkomsel: https://telkomsel.com/cek-prepaid

Oreedoo: NFO#NIK kirim ke 4444 atau INFO#MSISDN kirim ke 4444 atau https://myim3.indosatooredoo.com/ceknomor/index

XL Axiata: *123*4444# atau https://registrasi.xl.co.id/ulang

3: https://registrasi.tri.co.id

Smartfren: https://my.smartfren.com/check_nik.php

  • Jika sudah digunakan oleh orang lain, segera laporkan ke gerai dengan membawa KTP dan KK yang asli.

Pertanyaan: Banyak kritik yang menyarankan pemerintah harus punya UU Perlindungan Data dulu sebelum membuat kebijakan pendaftaran SIM Card. Apakah benar?

Jawaban: Indonesia sudah punya aturan yang melindungi pencurian data kependudukan, yaitu Undang Undang Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Sisminduk) yang mengancam 2 tahun pidana dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengancam 12 tahun pidana dan denda Rp 2 Miliar. Operator juga dibatasi dari penyalahgunaan data melalui Peraturan Menteri No 20 tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Silakan baca Permen Perlindungan Data Pribadi di sini:

https://jdih.kominfo.go.id/produk_hukum/unduh/id/553/t/peraturan+menteri+komunikasi+dan+informatika+nomor+20+tahun+2016+tanggal+1+desember+2016

Pertanyaan: Lalu apa yang bisa saya bisa bantu lakukan di medsos?

Jawaban: Menteri bersangkutan telah mengklarifikasi dan meminta bukti tudingan dari akun @partaihulk. Silakan diramaikan perbincangannya di link ini:

 

Advertisements