utangneno

Pertanyaan: Saya menonton video Neno Warisman di PKSTV yang mengatakan bahwa hutang Indonesia sudah melewati ambang batas 50%, benarkah?

Jawaban: Hoax! Perbandingan hutang Indonesia terhadap PDB adalah sekitar 29,24%. Masih jauh dari 50% seperti yang diklaim Neno Warisman.

Pertanyaan: Tapi kenapa berutang? Bukankah saat debat capres 2014 dulu Jokowi bilang semua ada dananya?

Jawaban: Pertama yang dikatakan Jokowi saat debat adalah “dananya ada”. Bukan “sama sekali tidak perlu berutang”. Dana untuk pembangunan bisa didapatkan dari berbagai cara. Bisa dengan menggunakan uang kas yang tersisa, meningkatkan penerimaan melalui pajak, meningkatkan ekspor, investasi dari dalam maupun luar negeri, hingga mengajukan pinjaman. Semuanya dilakukan oleh Jokowi, bukan hanya berutang saja.

Meminjam untuk membangun hal-hal produktif dan bermanfaat, seperti infrastruktur, justru hal baik, ketimbang yang terjadi sebelumnya, meminjam untuk dibakar menjadi subsidi yang konsumtif.

Kedua, utang yang ada saat ini bukanlah diciptakan Jokowi sendirian, melainkan juga warisan dari pemerintahan sebelumnya. Untuk membayar utang ini tidak bisa langsung dalam sekejap, melainkan dicicil. Inilah yang menjadi akumulasi utang hingga Rp 4.000 Triliun. Jadi tidak adil membebankan seluruh nilai utang tersebut sebagai tanggung jawab Jokowi seorang.

Pertanyaan: Tapi tidakkah utang Indonesia sudah terlalu banyak?

Jawaban: Secara aturan, Jokowi masih diizinkan berutang. Batas utang berdasarkan Undang-Undang No 7 Tahun 2003 pasal 12 ayat 3, bagian penjelasan, adalah 60% PDB, sementara utang Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 29-30% PDB. Yang berarti sebenarnya kita bisa saja menggunakan seluruh kekuatan ekonomi kita untuk membayar tiga kali lipat dari total pinjaman yang kita ambil hingga tahun ini. Jadi seluruh hutang tersebut sangat mungkin dibayar dengan mudah oleh Indonesia.

Silakan download UU No 7 tahun 2003 mengenai keuangan negara di sini:

http://www.bpk.go.id/assets/files/storage/2013/12/file_storage_1386152419.pdf

Berikut cuplikan penjelasan pasal 12 ayat 3 UU No 7 Tahun 2003

Screen Shot 2018-03-22 at 9.41.45 PM

Pertanyaan: Tapi apakah Indonesia masih sanggup membayar utang segitu banyak?

Jawaban: Dengan rasio masih 29.24% terhadap PDB, tentu saja sanggup! Secara kasar, ini berarti kekuatan bayar kita tiga kali lipat terhadap seluruh utang yang dimiliki. Jika Indonesia selama setahun tidak menggunakan produk domestik brutonya selain untuk membayar utang, maka kita bisa membayar tiga kali lipat lebih besar.

Pertanyaan: Tapi bukankah kalau banyak berutang, beresiko negara kita jatuh ke tangan asing aseng?

Jawaban: Tentu tidak! 62 persen utang Indonesia justru kepada rakyatnya sendiri, yaitu melalui surat utang yang dibeli oleh rakyat Indonesia. Jadi andai dianggap utang adalah penguasaan terhadap kedaulatan negara, maka yang berkuasa justru rakyat Indonesia, bukan kekuatan asing.

data-utan

Pertanyaan: Adakah perbandingan utang antara berbagai presiden dari masa ke masa yang bisa saya sebarkan untuk menjelaskan ke masyarakat?

Jawaban: Ada, silakan baca dan sebarkan infografis berikut ini:

utang-Indonesia

 

 

Advertisements