Pertanyaan: Saya mendengar dari pengojek dan tukang bajaj kalau anak Jokowi memiliki saham di Gojek dan anak Ahok memiliki saham di Grab. Sehingga pemerintah enggan mengatur mereka dan menyebabkan pengojek konvensional dan tukang bajaj kehilangan pencarian. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Hoax ini dimulai oleh tweet dari akun @andiarief__ pada tahun 2016 yang menuding bahwa salah satu transportasi online dimiliki sahamnya oleh anak petinggi negara. Fitnah yang kemudian berkembang di akar rumput adalah Gojek dimiliki sahamnya oleh anak Jokowi dan Grab dimiliki sahamnya oleh anak Ahok

gojek

Pertanyaan: Lalu siapa yang memiliki Gojek dan Grab?

Jawaban: Sesuai dengan informasi laman Wikipedia, Gojek dimiliki oleh KKR&Co dan Warbug Pincus. Parallon Capital Management LLC dan Capital Group Co juga ikut memiliki investasi di Gojek, dengan total investasi $550 Juta.

Sementara Grab dimiliki oleh beberapa perusahaan melalui beberapa kali kali funding, dengan rincian:

Funding seri A: Vertex (milik Temasek)

Funding Seri B: GGV Capital (dari China)

Funding Seri C: Tiger Global, GGV Capital, Venture Vertex Holdings

Funding Seri D: Softbank Corp

Funding Seri E: Didi Kuadi dan China Investment Corporation

Funding Seri F: Softbank, Didi, Honda

Funding Seri G: Softbank, Didi, Toyota

dengan funding terakhir mengumpulkan dana  $ 2,5 Miliar. Jadi andaipun ada terselip saham anak Jokowi atau Ahok di dalamnya, pasti akan kecil sekali, jika bisa dibilang tidak memiliki nilai dalam mempengaruhi operasi Gojek dan Grab.

Silakan baca sumber informasinya di sini:

https://en.wikipedia.org/wiki/GO-JEK

https://en.wikipedia.org/wiki/Grab_(company)

 

Advertisements