rajahutang.jpg

Pertanyaan: Benarkah tudingan haters bahwa Jokowi Raja Hutang?

Jawaban: Tudingan keji. Jokowi mengambil utang karena Indonesia sudah terlalu ketinggalan dari negara-negara tetangga dalam hal pembangunan dan kesejahteraan. Selama ini APBN dan hutang lebih banyak digunakan untuk keperluan konsumtif seperti subsidi BBM yang salah sasasaran.

“Jokowi telah berutang untuk sesuatu yang produktif, yakni pembangunan infrastruktur yang juga akan mendorong perkembangan ekonomi negara di masa depan…Presiden kita ingin meninggalkan pandangan lama yang menganggap pemerintah sebagai pihak yang Jawa sentris. Dia ingin melakukan pembangunan nasional sampai ke pelosok di daerah timur, seperti Papua” ujar Firdaus Ali, peneliti dan pendidik dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI).

Sumber: http://www.liputan6.com/bisnis/read/3203595/jokowi-tambah-utang-untuk-masa-depan-indonesia

Pertanyaan: Tapi tidakkah ada sumber pendanaan lain untuk membiayai pembangunan?

Jawaban: Tentu saja ada. Dan apapun itu sudah dilakukan oleh Jokowi. Namun ada yang prosesnya lambat, ada yang bisa cepat cair. Upaya menarik dana pembangunan tersebut antaranya:

  1. Menarik kembali aset dan dana yang disembunyikan di luar negeri melalui amnesty pajak, dengan syarat aset dan dana yang sudah dilaporkan tersebut nantinya dibawa masuk kembali ke dalam negeri dan/atau dipajaki. Contoh infrastruktur yang dibiayai dana repatriasi pajak adalah Tol Sumatera. Sumber info: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3427507/dana-repatriasi-tax-amnesty-untuk-bangun-tol-trans-sumatera
  2. Memperbesar ekspor dengan mengatasi hambatan perdagangan ke negara lain. Dengan demikian produk kita menjadi lebih mudah diterima negara lain. Sumber info: https://katadata.co.id/berita/2016/07/26/sri-mulyani-sebut-biaya-perdagangan-di-indonesia-masih-tinggi
  3. Menekan impor untuk komoditas yang sebenarnya bisa dihasilkan sendiri oleh Indonesia. Misalnya impor jagung. Sumber info: https://www.antaranews.com/berita/627799/kisah-presiden-jokowi-menekan-tingginya-impor-jagung
  4. Menggunakan dana haji untuk membantu pembangunan infrastruktur. Dana ini ditaruh untuk membiayai pembangunan infrastruktur yang dipastikan aman, tidak akan merugi. Sumber info:   https://nasional.kompas.com/read/2017/07/26/12145401/jokowi-ingin-dana-haji-diinvestasikan-untuk-infrastruktur
  5. Mendukung kerja KPK, Polisi, dan Jaksa agar selain memberi efek jera kepada koruptor, juga dana korupsinya dikembalikan kepada negara. Jokowi sendiri memberikan contoh baik dengan menjadi pejabat yang paling sering melaporkan gratifikasi. Praktik suap menyuap inilah yang diam-diam banyak merugikan negara. Sumber info: http://www.tribunnews.com/nasional/2018/02/22/kpk-jokowi-selalu-serahkan-gratifikasi-ke-kpk-sejak-masih-jabat-wali-kota-solo
  6. Mempermudah investasi asing untuk bidang-bidang yang belum terlalu dikuasai oleh pengusaha dalam negeri, sehingga bisa mengimbangi bidang yang telah dibangun sendiri oleh pengusaha dalam negeri. Sumber info:  https://www.kompasiana.com/daniwijaya/59d4ecbd9a0ff4555013dd25/paket-kebijakan-ekonomi-mempermudah-investasi-di-indonesia

Namun upaya tersebut tidak berarti mendatangkan dana segar pada saat itu juga. Misalnya dana dari pengembalian korupsi tentu tidak bisa langsung cair saat tersangkanya diumumkan. Ada proses panjang bertahun-tahun hingga terjadi vonis hakim yang mewajibkan terdakwa mengembalikan uang korupsinya ke negara, sampai incracht.

Hutang adalah salah satu cara yang cepat untuk bisa mendatangkan pembiayaan pembangunan. Namun tentu perlu dikelola secara hati-hati dan dihitung keuntungannya dalam jangka panjang sehingga kita tidak kesulitan membayar kembali.

 

 

Advertisements