ngawi-kertosono

Pertanyaan: Saya melihat salah satu komentar di Facebook kalau Jokowi itu cuma menikmati kerja SBY merancang dan membangun. Kebetulan selesai pada masa Jokowi, sehingga Jokowi tinggal meresmikan saja.

Statusnya ada di sini: https://www.facebook.com/karyadi.sh.58/videos/1861460347232020/

Benarkah?

Jawaban: Opini yang tidak memperhatikan fakta. Yang berkomentar juga mungkin tidak mengerti proses perencanaan dan pembangunan lalu asal-asalan menumpahkan kekesalannya karena SBY yang mungkin tak sempat menyelesaikan project tersebut pada masa kepemimpinannya. Betul bahwa mungkin SBY yang merencanakan, dan “gunting pita” pada masa Jokowi, namun tidak lalu bisa diterjemahkan sembarangan bahwa Jokowi enak-enakan meresmikan, sementara SBY yang bekerja paling keras.

Pertama, nyaris seluruh pekerjaan pemerintah memang sudah direncanakan sejak berpuluh-puluh bahkan mungkin dari ratusan tahun lalu. Itulah kenapa ada GBHN, RPJP, RPJMN, dan ada lembaga/kementerian bernama Bappenas. Ada pekerjaan bernama planologi yang membantu dari pempimpin ke pemimpin lainnya agar pembangunan bisa berjalan berkesinambungan dalam jangka panjang, bukan hanya memperturutkan kepentingan sesaat.

Keterlambatan mungkin terjadi karena alasan teknis atau benturan biaya, sehingga baru bisa terwujud lama setelahnya. Contoh paling mudah adalah proyek Kanal Banjir Timur pada masa Foke dan SBY. Proyek ini bahkan sudah mulai direncanakan W. J. van Bloemenstein pada tahun 1940an dan diselesaikan sebagai sebuah masterplan pada tahun 1973. Apakah berarti KBT adalah prestasi rejim kolonial Belanda dan SBY-Foke dianggap tukang gunting pita? Tentu tidak.. Penghargaan atas pembangunan KBT tetap diberikan kepada Foke dan SBY.

Contoh lain adalah Kelok Sembilan dan Jembatan Suramadu. Kedua proyek ini juga pembuatan idenya dan mulai dirintis sejak zaman Megawati. Dengan upaya keras SBY, keduanya selesai. Apakah SBY dicap sebagai tukang gunting pita dari perencanaan Megawati? Lagi-lagi, tentu tidak.

Sumber:

https://nasional.tempo.co/read/13825/presiden-megawati-meresmikan-pembangunan-jembatan-suramadu

https://news.okezone.com/read/2015/07/22/340/1183751/jembatan-kelok-sembilan-hasil-lobi-di-meja-makan

Jadi apa alasannya meributkan Jokowi sebagai tukang gunting pita project SBY?

Kedua, jalan tol yang dimaksud dalam video dan dikomentari sebagai ajang gunting pita Jokowi atas project SBY adalah Tol Ngawi – Kertosono. Tol ini adalah proyek mangkrak pemerintahan sebelumnya yang gagal diselesaikan, bahkan seperempatnya pun belum jadi.

Tol Ngawi-Kertosono dimulai sejak 2009. Dan hingga 2014 (saat Jokowi dilantik), hanya selesai setengah dari porsi pemerintah (porsi pemerintah adalah 20,9 kilometer, sehingga yang diaspal pada masa SBY barulah sekitar 10,5 kilometer). Sementara panjang total tol Ngawi-Kertosono adalah 90km. Ini berarti SBY baru mengaspal 1/9 dari keseluruhan panjang tol. Jika Jokowi sanggup menyelesaikannya hingga tuntas, tentu berarti Jokowi mengerjakan 9/10 porsi di luar perencanaan dan pembebasan lahan.

Jika benar Jokowi salah karena hanya menggunting pita, tentu kita bisa mempertanyakan balik, lalu kenapa pemimpin pendahulunya membiarkan begitu saja proyek itu tidak selesai? Mengapa saat Jokowi membereskan pekerjaan yang tidak beresa lalu dimarahi karena diberikan kesempatan menggunting pita? Bukankah pemimpin terdahulu memiliki waktu yang cukup panjang, 10 tahun untuk mewujudkan apapun rencana hebatnya?

Jadi tidak benar Jokowi hanya menggunting pita dengan cantik saja dalam pembangunan Tol Ngawi-Kertosono.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2975144/sejarah-tol-solo-kertosono-yang-sempat-mangkrak-bertahun-tahun

 

Advertisements