buangwaktu.jpg

Pertanyaan: Saya melihat ramai sekali ejekan di media sosial mengenai perintah Pak Jokowi supaya mencari penghidupan mengumpulkan kalajengking saja karena begitu susahnya hidup sekarang. Benarkah?

Jawaban: Pelintiran dan fitnah keji. Dalam pidatonya, Jokowi menjelaskan bahwa salah satu komoditas termahal di dunia adalah racun kalajengking. Namun ada yang lebih berharga lagi dari itu, yaitu waktu. Karena itu bangsa Indonesia bila ingin maju harus manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Kalimat “kalau mau kaya pelihara kalajengking saja”, adalah guyonan yang sama sekali tidak menyuruh orang berburu atau beternak kalajengking.

Jadi tidak benar sama sekali bahwa Jokowi menginstruksikan rakyatnya untuk berburu kalajengking saja untuk mencari nafkah.

Pertanyaan: Apa kalimat Jokowi yang sebenarnya?

Jawaban: Berikut kalimat Jokowi yang sebenarnya:

“… Apa komoditas yang paling mahal di dunia? Pasti banyak yang menjawab emas. Bukan emas! Bukan emas! Ada fakta yang menarik yang saya dapat dari informasi yang saya baca. Komoditas yang paling mahal di dunia saat ini adalah racun dari scorpion, racun dari kalajengking. Harganya 10,5 juta US dollar, per liter! Artinya berapa? 145 Miliar per liter! Jadi Pak Gubernur, Pak Walikota kalau mau kaya, cari racun dari Kalajengking (Jokowi tersenyum dan disambut tawa para hadirin).

Yang kedua ada komoditas super mahal, yang namanya Californium 252, zat kimia yang dipakai dalam eksplorasi minyak dan gas. Harganya mau tahu? 27 juta US dollar per gram. Itu kurang lebih dirupiahkan 375 miliar per gram! Saya juga ndak ngerti barangnya.

Tapi bapak ibu sekalian. Meskipun ada komoditas-komoditas paling mahal di dunia, tapi yang paling mahal adalah WAKTU! Ini perlu digarisbawahi, WAKTU! Coba kita lihat. Sepuluh tahun lewatnya cepat atau tidak? Menurut saya, sepuluh tahun terasa lewatnya sangat cepat sekali. Kita ingat, coba kita ingat. Tiga puluh tahun lalu, kurang lebih tahun 1988. Waktu itu belum ada yang namanya HP. Waktu itu hidup kita terasa pelan. Kalau mau telepon-teleponan, kita tunggu sampai kantor dulu baru bisa telepon. Atau kalau dalam perjalanan kita tunggu sampai rumah dulu baru bisa telepon. Ya kan?….”

Pertanyaan: Bisakah saya melihat video lengkap dari pidato tersebut?

Jawaban: Bisa, silakan buka video youtube berikut ini:

Advertisements