janji-bbm-tidka-naik.jpgPertanyaan: Saya melihat meme beredar di internet, menagih janji Jokowi. Salah satunya adalah janji tidak akan menaikkan harga BBM. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Jokowi tidak pernah berjanji atau menjamin harga BBM tidak akan naik selama masa kampanye 2014. Itu adalah pernyataan yang dipelintir oleh media. Saat berpidato di depan tukang ojek, ia ditodong untuk berjanji mempertahankan subsidi BBM. Jokowi tidak secara harfiah menjanjikan hal tersebut, namun berjanji akan tetap memberi subsidi tertarget bagi yang tidak mampu. Subsidi ini bisa dalam bentuk subsidi kesehatan, pendidikan, dan lainnya, yang kemudian memang dipenuhi.

Jadi tidak ada janji yang diingkari.  Justru Jokowi secara tegas akan menaikkan BBM agar negara bisa memiliki uang untuk memberikan pelayanan dan membangun infrastruktur yang dibutuhkan rakyat miskin, sehingga subsidi BBM yang selama ini dinikmati kalangan berpunya, alias pemilik mobil, kini bisa dipastikan diterima oleh rakyat tidak mampu.

“Keinginan untuk subsidi BBM saya kira tidak ada masalah. Subsidi bagi rakyat kecil adalah sebuah keharusan,” ujar Jokowi menanggapi permintaan para tukang ojek. “Subsidi itu diberikan kepada yang tepat sasaran, yang menikmati yang kecil-kecil tadi,” ujar Jokowi.

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/06/16/n79i0f-jokowi-janji-tak-bakal-hapus-subsidi-bbm

Untuk janji subsidi BBM tertarget, Jokowi sudah mewujudkannya melalui kebijakan BBM 1 Harga. Ketimbang membakar anggaran hanya untuk mempertahankan selisih harga hanya ratusan rupiah di kota-kota besar, Jokowi memilih menargetkan subsidi untuk rakyat di daerah terpencil dan perbatasan. Ini diwujudkan dalam bentuk BBM penugasan bagi Pertamina yang sebenarnya merupakan sebuah bentuk subsidi agar BBM yang harganya bisa ratusan ribu di daerah terpencil, kini bisa dinikmati dengan harga yang sama dengan Pulau Jawa.

Pernyataan di atas tadi bukanlah bagian resmi dari kampanye politik Jokowi ataupun pernyataan saat debat. Hanya hasil diskusi tanya jawab saat Jokowi mendengarkan aspirasi warga. Jadi tidak bisa dianggap janji kampanye.

Pertanyaan: Lho kalau begitu saya menyesal dulu memilih Jokowi karena saya pikir dia janji tidak menaikkan BBM. Mending pilih lawannya dong?

Jawaban: Baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama menawarkan program yang berdampak pemotongan subsidi BBM. Jokowi secara tegas menyatakan akan memotong subsidi BBM, sementara Prabowo berusaha memperhalusnya dengan menyatakan akan memotong subsidi bagi orang kaya. Padahal keduanya maknanya sama saja.

Sumber: https://finance.detik.com/energi/d-2596038/jokowi-mau-hapus-subsidi-bbm-prabowo-kurangi-subsidi-orang-kaya

Sebagai tambahan, negara-negara yang ngotot mempertahankan subsidi BBM saat ini banyak berguguran dan terlilit hutang, sebab memang harga BBM internasional sering melonjak sewaktu-waktu akibat tidak stabilnya kondisi politik dan ekonomi global. Jadi keputusan untuk memotong subsidi BBM dan mengalihkannya menjadi subsidi tertarget sudah tepat.

Advertisements