kemiskinan

Pertanyaan: Saya mendengar pidato Pak SBY bahwa angka kemiskinan di Indonesia capai 100 juta jiwa. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Indonesia adalah 25,95 juta penduduk miskin atau 9,82 persen.

Sumber: http://bangka.tribunnews.com/2018/08/01/inilah-perbandingan-data-angka-kemiskinan-orang-indonesia-dari-era-soeharto-sampai-jokowi

SBY kemudian meralat sendiri ucapannya bahwa yang dimaksud dengan jumlah 100 juta adalah “The Bottom 40%”, dengan alasan angka inilah yang dia gunakan saat menyusun SDGs sebagai Ketua HLP PBB bersama PM Inggris dan Presiden Liberia.

Namun sebagai seorang mantan presiden, tentu SBY memahami bahwa data yang digunakan dalam memerintah adalah data BPS, bukan hasil rekaan dari sumber lainnya.

Sumber: https://www.merdeka.com/politik/sby-jelaskan-rumus-hitungan-100-juta-orang-miskin-di-indonesia.html

Dalam masa pemerintahannya sendiri, SBY juga menggunakan data BPS untuk mengklaim penurunan angka kemiskinan.

Silakan baca klaim SBY mengenai angka kemiskinan di sini: https://bisnis.tempo.co/read/504781/sby-klaim-angka-kemiskinan-turun

Pertanyaan: Tapi kemudian SBY membandingkan bahwa selama dua periode pemerintahannya, kemiskinan turun 6 persen selama 10 tahun, sementara Jokowi sudah 3 tahun baru 1 persenan. Benarkah?

Jawaban: Tidak apple to apple membandingkan dua periode pemerintahan SBY dengan 3 tahun pemerintahan Jokowi. Seharusnya dibandingkan antara 3 tahun pertama pemerintahan SBY dan Jokowi. Hasilnya jelas, dari rentang 2005 ke 2008, SBY hanya berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,27 persen, sementara dari 2015 ke 2018, Jokowi menurunkan kemiskinan sebesar 1,42 persen.

Jadi siapa yang lebih baik?

Sumber: http://bangka.tribunnews.com/2018/08/01/inilah-perbandingan-data-angka-kemiskinan-orang-indonesia-dari-era-soeharto-sampai-jokowi?page=2

Advertisements