anak-kurang-gizi

Pertanyaan: Saya mendengar keributan di Jambi bahwa angka kurang gizi di Jambi mencapai 30 persen, menurut Prabowo.

Jawaban: Tidak benar. Angka asal klaim tersebut diungkap Prabowo saat mengadakan ceramah di hadapan akademisi di gedung ACC, Jambi. Sayangnya, walaupun sadar sedang bicara di depan masyarakat yang berpikir ilmiah, tidak ada data manapun yang bisa mendukung pernyataan Prabowo bahwa Jambi sebegitu kelaparannya.

Pertanyaan: Saya sudah menyatakan bahwa pernyataan tersebut adalah hoax, tapi pendukung Prabowo bersikeras bahwa yang dinyatakan oleh Prabowo adalah kurang gizi, bukan gizi buruk atau stunting. Jadi jumlahnya wajar saja kalau besar, sampai 30 persen. Bagaimana saya menjawabnya?

Jawaban: Tetap tidak ada data yang mendukung, walaupun hanya sekedar klaim kurang gizi. Walaupun kasus gizi buruk dan/atau kurang gizi di Jambi diakui cukup tinggi dibanding provinsi-provinsi lain, namun bukan berarti mencapai 30 persen.

“Jumlah anak-anak bayi lima tahun yang kekurangan gizi atau berada di bawah garis merah di Jambi cukup banyak. Balita yang mengalami kekurangan gizi atau di bawah garis merah di daerah tersebut Januari–Juni lalu mencapai 605 orang…” ungkap Hartono, Kepala Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jambi pada tanggal 8 Juli 2015.

Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/289411-kasus-gizi-buruk-di-jambi-cukup-tinggi.html

Saat Prabowo mengoceh sembarangan bahwa angka balita kekurangan gizi 30 persen, pemerintah provinsi langsung mengeluarkan bantahan keras.

“Balita umur 0-59 Bulan menurut data persentase, sangat kurus (gizi buruk) 3,8 persen dan kurus (gizi kurang) 6,8 persen,  jadi prevalensi gizi kurus sebesar pada tahun lalu itu hanya 10,6 persen,” ungkap Oki Pramana, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi Jambi.

Jadi jelas sekali menurut data dari Pemerintah Provinsi bahwa balita yang memiliki gizi buruk sampai gizi kurang hanya 10,6%. Bukan 30%. Jika benar 30% balita Jambi menderita kurang gizi, tentu saat ini jalanan Jambi akan dipenuhi anak-anak kelaparan yang terpaksa mengais makanan di jalanan.

Sumber: http://jamberita.com/read/2018/07/30/3015/dinkes-provinsi-jambi-bantah-pernyataan-prabowo-soal-angka-kurang-gizi–30-persen-ini-datanya

Advertisements