membela-diri

Pertanyaan: Saya membaca tweet @bambangelf yang menyayangkan Pak Jokowi meminta relawannya melakukan tindakan kekerasan yang tidak simpatik. Benarkah?

Jawaban: PELINTIRAN! Jokowi sama sekali tidak menyuruh relawannya berkelahi, justru ia meminta relawan menjauhi fitnah dan permusuhan. Namun tetap ditutup dengan tantangan, jika diserang, maka wajib hukumnya berani membela diri. Berikut kutipan langsung ceramah Presiden Jokowi di depan relawan pendukungnya.

Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,”

Berani “berantem” dalam konteks ini berarti jika diserang dengan ujaran kebencian atau fitnah atau celaan, harus berani memberi klarifikasi dan jawaban. Jadi bukan dalam konotasi secara agresif mengajak berkelahi secara fisik atau di dunia nyata.

Pernyataan ini dipelintir seolah Jokowi menyuruh relawan secara agresif mencari musuh dan saling berkelahi secara fisik sebagai anak bangsa,

Di sisi lain, pernyataan Jokowi ini didukung oleh Sudjiwo Tedjo karena mengerti konteksnya adalah membela diri.

 

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180804175204-32-319553/jokowi-minta-relawan-tak-cari-musuh-tapi-siap-berkelahi

Advertisements