tabungan-lombok.jpg

Pertanyaan: Saya melihat di akun media sosial  bahwa janji bantuan langsung sebesar Rp 25- Rp 50 juta adalah bodong. Ia memperlihatkan sebuah buku tabungan yang tidak berisi apa-apa. Benarkah?

Jawaban: Tidak benar. Secara logis, tidak mungkin ada tabungan yang kosong total, seperti yang ditunjukkan di foto tersebut. Hoax ini akan makin mudah terdeteksi, jika foto tersebut dizoom.

Jika diperbesar, akan terlihat jelas bahwa di lipatan buku tabungan, bagian tengah, bisa dilihat bahwa saldo Rp 50 juta sudah masuk ke saldo tabungan.

Pertanyaan: Akun tersebut kemudian berkelit bahwa meskipun ada saldo, tapi tak bisa dicairkan. Benarkah?

Jawaban: Betul bahwa tidak bisa dicairkan sementara, namun tetap bukan berarti bodong. Uang tersebut tetap ada dan merupakan hak milik warga Lombok yang telah ditetapkan sebagai penerima. Sama sekali tidak dibatalkan atau dikurangi.

Yang benar adalah pencairannya baru bisa dilakukan jika material bangunan telah tersedia dan konsultan yang disediakan sebagai pendamping telah datang. Jadi hanya jika benar-benar sudah siap dilakukan renovasi terhadap rumah tersebut.

Pertanyaan: Dari mana saya bisa membaca sumber informasi yang bisa meyakinkan saya soal hal tersebut?

Jawaban: Silakan buka pernyataan Ketua BNPB di bawah ini:

https://nasional.kompas.com/read/2018/09/14/19581231/dana-perbaikan-rumah-gempa-lombok-belum-cair-ini-penjelasan-bnpb

 

Advertisements