archandra

Pertanyaan: Sehubungan dengan keributan mengenai hoax Ratna Sarumpaet, saya lihat kubu lawan mencoba menyerang balik dengan isu Jokowi menyebar hoax dengan mengangkat Archandra Tahar jadi Menteri ESDM. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Problem kewarganegaraan Archandra Tahar terjadi karena Indonesia belum mengenal dua kewarganegaraan atau dual citizenship. Hingga saat ini, untuk bisa mendapatkan penghargaan dan pembinaan yang memadai, memuluskan riwayat akademik, mendapatkan kesempatan riset, hingga mendapatkan bantuan investasi untuk mewujudkan hasil penelitian, warga negara kita masih kesulitan karena Indonesia tidak mengenal dua kewarganegaraan ini. Sementara negara-negara berkembang lain, sudah jauh lebih dulu merasakan manfaatnya.

Karena itu untuk bakat jenius seperti Archandra Tahar, seringkali harus mengorbankan kewarganegaraan Indonesia untuk bisa mendapat bantuan mengembangkan risetnya.

Namun orang-orang seperti ini tidak memiliki maksud mengkhianati negara asalnya. Mereka tetap orang Indonesia di dalam hatinya, tetap berbahasa Indonesia, dan suatu saat setelah matang dan memiliki modal cukup untuk mewujudkan ide-idenya di Indonesia, akan kembali menjadi orang Indonesia.

Archandra Tahar adalah salah satu contoh warga negara Indonesia yang mau tak mau melepas sementara kewarganegaraan Indonesianya, mengembangkan potensi di luar negeri, dan saat sudah matang, dipanggil kembali oleh Jokowi untuk menjadi menteri ESDM di Indonesia.

Sekali lagi, sayangnya, karena Indonesia tidak mengenal dwikewarganegaraan, maka pengurusan kembali administrasi Archandra Tahar menjadi WNI tertunda cukup lama, menghalanginya secara administrasi untuk berfungsi sebagai menteri. Karena itu Presiden Jokowi menggantikan beliau dengan menteri ESDM sementara, Luhut Binsar Pandjaitan, lalu kemudian digantikan oleh Ignasius Jonan, sementara Archandra Tahar mendampinginya sebagai Wakil Menteri.

Ini adalah keputusan sah, dan bukan hoax. Masalah Archandra Tahar adalah problem keimigrasian, bukan kebohongan. Archandra Tahar memang aslinya adalah warga negara Indonesia, yang mau tak mau berubah kewarganegaraan sementara untuk mengembangkan kapasitasnya, namun kemudian terkendala masalah administrasi saat akan dikembalikan ke Indonesia dan diangkat jadi menteri.

Kasus Archandra Tahar sama sekali tidak bisa disamakan dengan tindakan kubu oposisi menyebarluaskan kebohongan yang disengaja mengenai pengeroyokan Ratna Sarumpaet. Tidak ada hubungannya dengan pelanggaran HAM, tidak berpotensi memicu keributan, dan tidak menyebabkan negara kita dikecam dunia internasional jika terlambat ditangani. Jauh beda kelas.

Info lebih lanjut baca di: http://wartakota.tribunnews.com/2016/08/16/pemberhentian-archandra-tahar-sebagai-menteri-esdm-dinilai-tepat

Pertanyaan: Lalu bagaimana status Archandra Tahar sekarang? Masihkah WNA? Kalau masih WNA, kok dibolehkan menjabat wakil menteri?

Jawaban: Ini hal yang sebenarnya wajar saja terjadi di kalangan diaspora, alias orang-orang Indonesia yang karena bakat dan nasibnya menjadi tersebar di luar negeri. Pada waktunya mereka akan pulang dan ingin kembali menjadi Warga Negara Indonesia. Pengurusan kembali status warga negara Indonesia atau pencabutan warga negara selain Indonesia butuh proses yang panjang.

Faktanya saat ini Archandra Tahar sudah kembali menjadi Warga Negara Indonesia yang SAH. Ia mengajukan penghilangan status warga negara Amerika Serikat dan disetujui oleh Amerika Serikat. Namun sayangnya proses ini sedikit lambat, sehingga ia terlanjur sudah dicopot sebagai Menteri ESDM. Karena sudah tidak lagi berstatus warga negara Amerika Serikat, maka status WNInya tidak perlu ikut dicabut. Sebab jika dicabut, justru itu adalah penzaliman karena menjadikan seseorang stateless (tidak diakui oleh negara manapun).

Barulah setelah status Warga Negara Amerika Serikatnya dicabut, Archandra Tahar diangkat kembali menjadi pejabat, yaitu sebagai Wakil Menteri ESDM.

Info lebih lengkap, baca: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160907144154-12-156726/kronologi-kembalinya-kewarganegaraan-indonesia-arcandra-taharhttps://www.cnnindonesia.com/nasional/20160907144154-12-156726/kronologi-kembalinya-kewarganegaraan-indonesia-arcandra-tahar

Pertanyaan: Bagaimana tindakan Indonesia mencegah kembali kejadian serupa terulang? Kan sayang kalau bakat kita banyak tersia-siakan karena masalah administrasi dan keimigrasian seperti ini!

Jawaban: Saat ini DPR bersama pemerintah tengah menggodok Undang-Undang Dwi kewarganegaraan untuk mempermudah WNI untuk mendapatkan status warga negara selain Indonesia tanpa harus kehilangan status aslinya sebagai warga negara Indonesia.

Info lebih lengkap, baca https://www.voaindonesia.com/a/polemik-dwi-kewarganegaraan-dan-janji-jokowi/3555756.html

Pertanyaan: Apakah UU Dwikewarganegaraan ini akan mempermudah masuknya Bangsa Aseng Asing ke Indonesia?

Jawaban: Tidak ada hubungannya. Sama sekali tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan warga asing untuk menjadi warga Indonesia melalui UU Dwikewarganegaraan.

Info lebih lengkap, baca: https://nasional.tempo.co/read/1071316/pemerintah-kaji-dwi-kewarganegaraan-untuk-wni/full&view=ok

Advertisements