pertemuan.jpg

Pertanyaan: Saya membaca opini dari mantan Staf Khusus SBY, Andi Arief dan Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean bahwa Jokowi melakukan pemborosan dengan tetap mengadakan pertemuan IMF yang memiliki anggaran Rp 1 Triliun adalah sebuah pemborosan. Sementara di lain waktu Indonesia kekurangan uang untuk membantu korban Bencana Palu dan Lombok. Benarkah?

Jawaban: Fitnah keji! Pertama, pemerintah tidak sedang kekurangan dana untuk membantu korban bencana Palu dan Lombok. Anggaran untuk pertemuan IMF-WBG sudah disetujui oleh DPR di awal tahun, dianggap tidak berlebihan, dan wajar-wajar saja untuk sebuah pertemuan ekonomi skala internasional.

Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator yang juga bertanggung jawab atas perhelatan IMF-WBG menyatakan bahwa penganggaran pertemuan ini sama sekali tidak mengganggu anggaran untuk bencana Lombok dan Palu, karena dana bencana sama sekali terpisah dengan anggaran untuk event internasional seperti IMF-BG, Asian Games, dan Asian Para Games. Jadi bukan karena anggaran pertemuan IMF terlihat mahal lalu bisa diprotes karena berakibat kepada terlupakannya korban bencana Lombok dan Palu.

Sumber: http://bali.tribunnews.com/2018/10/07/luhut-tegaskan-imf-wbg-2018-tidak-mengabaikan-penanganan-bencana-di-palu-dan-lombok

Pertanyaan: Tapi kan ide ini ditentang keras karena merupakan pemborosan oleh kubu oposisi?

Jawaban: Yang mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan IMF justru bos dari Andi Arief dan Ferdinan Hutahaean, yaitu Presiden ke 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menjelang akhir kekuasaannya. Karena IMF menilai patut, maka permintaan Indonesia dikabulkan menjadi tuan rumah. Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh Menteri Keuangan era SBY, Chatib Basri:

“Ya benar, bersama Bank Indonesia, pemerintah mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan tahunan September 2014. Prosesnya tidak mudah, bersaing dengan negara-negara lain. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Oktober 2015, kalau saya tidak salah,”

Sumber: https://twitter.com/ChatibBasri/status/1048746327452962816

Jadi aneh kalau sekarang justru kader-kader Partai Demokrat yang paling berisik menentang pertemuan IMF-WBG

Pertanyaan: Saya masih tidak percaya karena menurut saya penganggaran Rp 1 Triliun itu pemborosan!

Jawaban: Lebih tepatnya, anggarannya adalah Rp 850 Miliar. Tidak seluruh dana itu dihamburkan. Sebagian digunakan untuk hotel yang kemudian akan dibayar kembali oleh peserta pertemuan IMF-WBG, yang akan masuk kembali ke kas negara sebagai pendapatan non pajak. Jadi yang terpakai sebenarnya hanyalah sekitar Rp 500 Miliar.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4016915/rp-855-miliar-anggaran-pertemuan-imf-world-bank-di-bali/3

Pertanyaan: Tapi tetap saja Rp 500 Miliar itu dinikmati aseng dan asing!

Jawaban: Sebaliknya, dana sebesar itu sebenarnya dinikmati sendiri oleh pemerintah daerah dan rakyat dalam bentuk perbaikan kualitas infrastruktur dan objek wisata. Contohnya:

  1. Infrastruktur Jalan menuju lokasi wisata di Bali
  2. Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai
  3. Pelebaran jalan Jimbaran-Uluwatu
  4. Pelebaran jalan Klungkung-Penelokan-Ulundanu
  5. Rehabilitasi batas kota Singaraja-Mengwitani
  6. Perluasan Apron dan Pembangunan gedung VVIP dan gedung parkir Bandara I Gusti Ngurah Rai
  7. Pengadaan X-ray smartlane, mesin autogatekeimigrasian, orientation zone, dan airport operation control center (AOCC) di bandara I Gusti Ngurah Rai

Sumber: https://economy.okezone.com/read/2018/10/03/320/1959280/sambut-pertemuan-imf-world-bank-bandara-bali-pasang-x-ray-smartlane-hingga-autogate-imigrasi
Selain perbaikan fasilitas, pemerintah daerah juga menikmati lonjakan hunian hotel selama pertemuan IMF-WBG berlangsung. Setidaknya menurut catatan Maret 2018, 15.000 kamar hotel sudah penuh dibooking.

Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/news/online/read/2018/03/02/27516/15_000_kamar_hotel_di_bali_sudah_penuh_untuk_gelaran_imf_world_bank/

“Di hotel saya bulan lalu buy out, bukan seminggu-dua minggu, malah dari tahun lalu…November biasanya low season dan kalau sekarang sudah dipesan untuk IMF-World Bank di Oktober maka impact ini luar biasa,” kata Ricky Putra, Chairman Bali Hotel Association.

Sumber: http://www.beritasatu.com/ekonomi/486347-jelang-ktt-imfwb-ribuan-kamar-hotel-di-bali-terpesan-penerbangan-penuh.html

Selain hotel, UMKM juga terdongkrak omzetnya hingga 400 persen selama pertemuan IMF-WBG.

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3656472/pertemuan-imf-world-bank-dongkrak-omzet-umkm-hingga-400-persen

Bagi para supir di Bali, pertemuan ini juga merupakan durian runtuh. Dalam sehari mereka mendapat bayaran bersih lebih dari Rp 500.000 sehari.

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/11/100000526/-durian-runtuh-pertemuan-tahunan-imf-bank-dunia-bagi-sopir-di-bali

Bahkan Blue Bird, perusahaan taksi ternama, sampai berani menyiapkan 600 armada taksi untuk melayani kebutuhan delegasi pertemuan IMF.

Sumber: http://otomotif.harianjogja.com/read/2018/10/04/507/943801/sambut-delegasi-imf-wb-2018-blue-bird-siagakan-600-taksi

Ketua Pelaksana Harian Panitia Nasional Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Susiwijono memperkirakan dalam gelaran tersebut bisa menghasilkan perputaran uang hingga ratusan juta dolar. Hal itu melihat dari jumlah peserta hadir yang diperkirakan lebih dari 20 ribu orang.

“Jumlah diperkirakan meningkat lebih dari 20 ribu, perkiraan awal 15 ribu berdasarkan annual meeting di Peru. Kami hitung lagi dari hitungan 15 ribu pasti mereka juga bawa pasangan dan keluarga jadi bisa 20 ribu plus-plus,” kata Susiwijono

Sumber:  https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4016915/rp-855-miliar-anggaran-pertemuan-imf-world-bank-di-bali/5

Pertanyaan: Lalu berapa banyak sebenarnya keuntungan yang bisa diraup Indonesia dari pertemuan IMF-World Bank Group di Nusa Dua Bali?

Jawaban: Yang diraup Bali sebagai penyelenggara sekitar 5,6 Triliun. Sekitar Rp 3 triliun untuk investasi infrastruktur mulai dari 2017 hingga 2018, dan Rp 1 Triliun dari pengeluaran pengunjung selama 2018

Sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/17/162044426/bali-dapat-rp-59-triliun-dari-pertemuan-tahunan-imf-bank-dunia

Pertanyaan: Bagaimana perbandingan dengan penyelenggaraan meeting IMF sebelumnya? Benarkah Indonesia paling mahal?

Jawaban: Hoax! Justru Indonesia adalah yang paling hemat dan efisien selama 5 tahun ini, jika dihitung dalam bentuk rupiah biaya penyelenggaraannya.

  • 2009. Rp. 1.252 Triliun di Turki (Hanya biaya Konstruksi)
  • 2012. Rp. 1,1 Triliun di Jepang
  • 2015 Rp 2,29 Triliun Peru (Hanya biaya Konstruksi)
  • 2016. Rp. 994,4 miliaar di Singapura
  • 2018 Rp 810,17 miliar di Indonesia.

Sumber: https://katadata.co.id/berita/2017/10/04/menkeu-anggaran-annual-meeting-imf-di-bawah-4-tuan-rumah-sebelumnya

Pertanyaan: Benarkah Indonesia menggunakan momen ini untuk meminta hutang tambahan dari IMF?

Jawaban: Salah besar! Menurut Chatib Basri, tidak perlu repot-repot mengadakan pertemuan IMF-WBG kalau hanya ingin menambah hutang. IMF memberikan utang berdasarkan kebutuhan darurat yang dibutuhkan negara tersebut, bukan karena prestasinya menyelenggarakan pertemuan IMF.

Pertanyaan: Lalu apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

Jawaban: Justru salah satu yang penting adalah bantuan dari IMF dan negara-negara peserta lainnya untuk membantu korban bencana Palu dan Lombok. Selain itu juga dibahas potensi ekonomi dan wisata yang dimiliki Indonesia. Indonesia juga memperkenalkan ide-idenya dalam perbaikan ekonomi dunia. Contohnya asuransi terumbu karang.

Juga penawaran proyek-proyek infrastruktur untuk berinvestasi bagi seisi dunia.  IMF dan WBG sendiri sudah menyalurkan Rp 2 Miliar untuk bantuan korban gempad di Lombok dan Palu

Sumber:

http://www.tribunnews.com/regional/2018/10/08/imf-dan-bank-dunia-salurkan-bantuan-rp-2-miliar-untuk-korban-gempa-di-lombok-dan-palu

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3661821/delegasi-imf-world-bank-bakal-donasi-untuk-lombok-dan-palu

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4246131/sri-mulyani-bawa-ide-asuransi-terumbu-karang-ke-pertemuan-imf-wb

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181007193727-532-336469/chatib-basri-beberkan-manfaat-indonesia-tuan-rumah-acara-imf

https://www.voaindonesia.com/a/indonesia-siap-tawarkan-proyek-infrastruktur-miliaran-dolar-pertemuan-imf-world-bank-2018/4546134.html

Advertisements