saham-freeport

Pertanyaan: Dari awalnya membaca tudingan di @akuntofa, saya kemudian melihat beredar berita dan foto surat dari DPR yang menuntut pemerintah mengakui bahwa transaksi pembelian saham Freeport belum selesai dan menuntut kejujuran pemerintah kepada masyarakat. Ini diramaikan oleh komentar para haters bahwa pembelian Freeport adalah hoax. Benarkah?

Jawaban: Hoax nuding Hoax. Pemindahtanganan perusahaan raksasa tambang dunia seperti Freeport memang butuh waktu. Tidak semudah jual beli ayam di pasar. Hal itu sudah ditegaskan dari awal. Jokowi sendiri memberitahu bahwa ada beberapa proses yang mesti dilewati dan menyatakan transfer baru selesai antara akhir November hingga Desember. Jadi sama sekali tidak ada hoax dalam kasus ini.

“Pada akhir tahun 2018 ini, insya Allah, Indonesia akan sepenuhnya menguasai 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia, melalui holding industri pertambangan kita PT Inalum (Persero),” demikian keterangan Presiden Jokowi

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2018/09/28/19073311/presiden-jokowi-pastikan-indonesia-pemegang-saham-mayoritas-freeport-akhir

Pertanyaan: Mengapa tidak bisa sekarang juga? Bukankah katanya dananya ada?

Jawaban: Karena masih ada masalah IUPK yang harus dipenuhi dulu oleh Freeport, terkait isu lingkungan. Namun begitu izin ini telah dibereskan, maka transaksi akan lebih cepat terjadi. Tentu bukan hal sulit bagi pemerintah mengeluarkan izin, jika memang Freeport sudah memenuhi syarat pemberian IUPK.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181017201447-85-339319/inalum-sebut-isu-lingkungan-hambat-proses-divestasi-freeport

Advertisements