azan.jpg

Pertanyaan: Beredar broadcast di Whatsapp kalau pada era pemerintahan Jokowi ini azan dilarang, sehingga lebih baik kita tidak memilih Jokowi lagi. Benarkah?

Jawaban: Hoax! Tidak ada satupun kebijakan pemerintah Jokowi yang melarang penyiaran azan melalui masjid. Yang diatur adalah penggunaan pengeras suara azan (bukan dilarang!), yang sudah ada peraturannya sejak tahun 1978, melalui Instruksi Dewan Jendral Bimbingan Masyarakat Islam, KEP/D/lOl/78 yang salah satu poinnya berbunyi:

Bahwa agar penggunaan pengeras suara olehMasjid/ langgar/Mushalla lebih mencapai sasaran dan menimbulkan daya tarik untuk beribadah kepada Allah SWT, dianggap perlu mengeluarkan tuntunan tentang penggunaan pengeras suara oleh masjid/langgar/ mushalla untuk dipedomani oleh para Pengurus Masjid/ langgar] Mushalla di seluruh Indonesia.

Silakan download di sini: https://kemenag.go.id/myadmin/public/data/files/users/3/Surat%20Edaran%20ttg%20Pengeras%20Suara.pdf

Inilah yang kemudian mendasari Surat Edaran B.3940/DI.III/Hk.00.7/08/2018, berikut instruksinya:

  1. Diatur sedemikian rupa sehingga corong keluar dapat dipisahkan dengan corong ke dalam. Jelasnya ada corong yang semata-mata ditujukan ke luar.
  2. Dan yang kedua berupa corong yang semata-mata ditujukan ke dalam ruangan masjid, langgar, dan musalla.
  3. Acara yang ditujukan keluar, tidak terdengar keras ke dalam yang dapat mengganggu orang salat sunat atau zikir. Demikian juga yang ke dalam sehingga tidak mengganggu yang sedang istirahat

Pada dasarnya suara yang disalurkan keluar masjid hanyalah adzan sebagai tanda telah tiba waktu salat. Demikian juga salat dan doa pada dasarnya hanya untuk kepentingan jemaah ke dalam dan tidak perlu dan tidak perlu ditujukan keluar… dsb

Silakan download di sini: http://madinatuliman.com/wp-content/uploads/2018/08/Surat-Edaran-ttg-Pengeras-Suara.pdf

Jadi pengaturan itu sama sekali tidak dilakukan sejak masa Jokowi, namun sudah lama ada. Namun kemudian dibuat hoax seolah dimuali sejak era Jokowi dan lebih jauh lagi dipelintir sebagai larangan azan.

Pertanyaan: Lalu bagaimana dengan aturan soal volume suara azan? Bukankah itu juga represif? Harusnya suka-suka setiap masjid dong menyetel volume sesuai kebutuhan?

Jawaban: Tidak ada yang salah dengan pengaturan volume suara azan. Di negara mayoritas muslim lainnya pun hal pengeras suara memang diatur untuk kenyamanan masyarakat di sekitar. Misalnya  Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir, Arab Saudi, Malaysia, dsb.

Sumber: https://tirto.id/timur-tengah-batasi-volume-speaker-masjid-indonesia-ikut-pakistan-cUEh 

Advertisements