utang-cinaPertanyaan: Saya membaca isu beredar di facebook dan whatsapp group kalau kebijakan membuat transaksi dengan kartu uang elektronik di jalan tol adalah upaya mengeruk uang dari perusahaan tol menjadi cicilan hutan ke China. Benarkah?

Jawaban: Hoax yang keliru bin tidak masuk akal dan mengarang indah! Tim kami memperhatikan bahwa hoax ini pertama kali muncul di akun Facebook Kafil Yamin dengan sumber link berikut:

 https://www.facebook.com/ratnafit/posts/10216867905518900

Pertanyaan: Seperti apa penjelasan yang masuk akal atas isu ini?

Jawaban: Pertama, kalau memang perusahaan ingin dan harus mencicil hutang ke China, tentu lebih praktis dan cepat langsung saja menyisihkan keuntungannya menjadi cicilan hutang. Kenapa harus repot-repot mengutip satu per satu dari tiap kartu? Sama sekali tidak praktis dan tidak ada untungnya membuat cicilan hutang seperti itu.

Kedua, Sistem kartu uang elektronik yang digunakan bukan hanya digunakan untuk jalan tol, tapi juga pembayaran di minimarket/supermarket, parkir, kereta, SPBU, hingga wahana hiburan seperti Kebun Binatang Ragunan. Apakah masuk akal semua itu telah digadaikan paksa ke China sementara sebagian kepemilikannya adalah swasta?

Sumber: https://www.bankmandiri.co.id/e-money

Ketiga, bukan hanya 3 Bank BUMN yang diributkan yang diributkan kartunya untuk pembayaran tol. Bank swasta seperti BCA dengan Flazz Cardnya juga bisa digunakan untuk pembayaran tol. Apakah BCA juga ikut berhutang ke China?

Sumber: https://www.bca.co.id/tentang-bca/korporasi/berita/2017/10/13/10/50/flazz-di-tol

Keempat, tidak seperti ditudingkan oleh Kafil Yamin, kartu uang elektronik tidak  terhubung dengan rekening apapun. Ia bukanlah sebuah wujud simpanan yang memerlukan rekening. Kartu uang elektronik hanyalah sebuah set database yang terwakilkan oleh kartu dan berisi berapa banyak uang yang telah ditukarkan dari bentuk tunai ke bentuk uang elektronik. Sistem ini telah digunakan di banyak negara. Apakah kemudian berarti negara itu telah beramai-ramai menggadaikan tolnya ke China?

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Uang_elektronik

Semua penjelasan di atas cukup untuk memperlihatkan tidak masuk akalnya bualan Kafil Yamin.

Advertisements